Microsoft Catat Pertumbuhan AI 40 Persen dengan Tantangan CapEx Besar
Microsoft mencatat pertumbuhan bisnis kecerdasan buatan (AI) sebesar 40 persen pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026, didukung oleh ekspansi besar-besaran pada infrastruktur Azure AI, menurut laporan keuangan perusahaan.
Bisnis AI Microsoft mencapai pendapatan tahunan sebesar 37 miliar dolar AS, meningkat 123 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan penggunaan layanan AI di platform Azure dan peningkatan jumlah pengguna Microsoft 365 Copilot yang mencapai 20 juta kursi berbayar.
CEO Satya Nadella menyampaikan bahwa komitmen modal perusahaan untuk infrastruktur AI pada tahun kalender 2026 diperkirakan mencapai 190 miliar dolar AS, dengan pengeluaran modal (CapEx) kuartal berikutnya diproyeksikan melebihi 40 miliar dolar AS. Hal ini menunjukkan skala investasi luar biasa Microsoft dalam teknologi AI.
Meski demikian, saham Microsoft mengalami tekanan pasar dengan penurunan sekitar 18 persen tahun ini, menjadi yang terburuk di antara kelompok Magnificent Seven. Kekhawatiran investor meningkat karena besarnya CapEx dan adanya penyelidikan dari Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) terkait kemungkinan penetapan status Pasar Strategis untuk Microsoft dalam perangkat lunak bisnis.
Penyelidikan CMA yang diumumkan pada Mei 2026 mencakup produk seperti perangkat lunak produktivitas, sistem operasi, dan alat keamanan yang digunakan lebih dari 15 juta pengguna komersial di Inggris. Jika status tersebut diberikan, CMA dapat memberlakukan aturan khusus terkait bundling dan interoperabilitas produk Microsoft.
Truist analyst Terry Tillman memperkirakan CapEx Microsoft pada tahun fiskal 2027 dapat mencapai 252 miliar dolar AS, lebih tinggi dari konsensus pasar. Ia menilai pertanyaan utama adalah apakah pertumbuhan CapEx dapat dikendalikan tanpa merusak aliran kas bebas perusahaan.
Brian Schwartz dari Oppenheimer mengharapkan laporan pendapatan kuartal keempat menunjukkan permintaan stabil dan pertumbuhan pendapatan AI yang berkelanjutan. Namun, Mark Moerdler dari Bernstein menekankan kebutuhan agar pertumbuhan Azure dapat membenarkan pengeluaran besar dan margin Azure harus stabil setelah tekanan biaya kapasitas dan penyimpanan.
Microsoft memiliki backlog komersial senilai 627 miliar dolar AS yang memberikan visibilitas pendapatan multi-tahun, dan survei Morgan Stanley menunjukkan 62 persen CIO berencana meningkatkan pengeluaran untuk Azure dalam 12 bulan ke depan.
Satya Nadella menegaskan pentingnya membangun "modal token" AI yang dimiliki dan dikendalikan perusahaan, bukan hanya mengakses model AI eksternal, melalui platform Azure AI Foundry yang memungkinkan perusahaan menjalankan beban kerja AI secara mandiri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow