Microsoft Pangkas 4.800 Karyawan di Tengah Kinerja Layanan Game Pass
Microsoft saat ini tengah menjalani langkah restrukturisasi besar-besaran yang berdampak signifikan pada operasional Xbox. Raksasa teknologi ini berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.800 karyawannya, dengan sebagian besar pemotongan dilakukan pada divisi penjualan komersial dan Xbox. Keputusan ini diambil di tengah upaya perusahaan dalam menstabilkan kondisi bisnis yang dinilai kurang optimal saat ini.
Dilansir dari Detik iNET, kondisi internal perusahaan terungkap melalui email yang dikirimkan oleh CEO Xbox, Asha Sharma, pada 7 Juli 2026. Dalam pesan tersebut, Sharma menegaskan bahwa bisnis yang dijalankan saat ini tidak sehat. Ia menyoroti perbedaan margin yang cukup jauh, di mana operasional Xbox tercatat memiliki margin 3 hingga 10 kali lebih rendah dibandingkan dengan bisnis platform serta penerbitan game lain yang setara.
Sebagai bagian dari langkah efisiensi ini, sebanyak 1.600 karyawan telah dieliminasi pada hari Senin lalu. Selanjutnya, perusahaan berencana untuk memulangkan 3.200 karyawan lagi hingga tahun fiskal 2027. Secara keseluruhan, ronde PHK ini akan berdampak pada sekitar 20% dari total karyawan di divisi Xbox, menjadikannya restrukturisasi paling signifikan dalam sejarah operasional unit bisnis tersebut.
Langkah pengetatan ini sejalan dengan tantangan yang dihadapi oleh layanan berlangganan mereka, Game Pass. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah pelanggan layanan tersebut saat ini berada di angka 30 juta orang. Angka ini dianggap jauh dari harapan, mengingat dokumen hukum selama proses akuisisi Activision Blizzard sebelumnya memproyeksikan target 77 juta pendaftar hingga tahun 2026.
Jika angka 30 juta pelanggan tersebut akurat, maka capaian saat ini berada di bawah 40% dari target ambisius yang sempat ditetapkan perusahaan. Kondisi ini diperparah dengan tren penurunan jumlah pengguna. Sebelumnya, terdapat laporan bahwa jumlah pelanggan sempat menyentuh angka 34 juta, yang berarti terjadi penurunan sekitar 4 juta pelanggan dibandingkan data terbaru yang diungkap.
Pihak manajemen juga mengonfirmasi adanya fenomena di mana jutaan pelanggan berhenti berlangganan setelah terjadi kenaikan harga pada paket layanan kelas atas. Situasi ini mendorong perusahaan untuk meninjau kembali strategi perilisan konten mereka. Salah satu perubahan kebijakan yang diterapkan adalah mengenai jadwal peluncuran game.
Judul game besar seperti Call of Duty kini tidak akan langsung tersedia pada hari pertama peluncuran di layanan Game Pass. Microsoft memutuskan bahwa judul tersebut baru akan dimasukkan ke dalam paket Ultimate satu tahun setelah dirilis secara resmi ke pasar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penyesuaian bisnis di tengah ketidakpastian masa depan layanan tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow