Meta Manfaatkan AI Tingkatkan Pengeluaran Belanja Pengguna

Smallest Font
Largest Font

Pengguna platform Meta tercatat membelanjakan uang 30 persen lebih banyak saat menggunakan aplikasi tersebut, dengan wilayah Asia-Pasifik mendominasi aktivitas belanja daring secara global. Informasi ini disampaikan dalam acara Virtual Briefing APAC Meta Business Updates 2026 pada Kamis (13/8/2026), dilansir dari Detik iNET.

Meta mengungkapkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci utama dalam mempersonalisasi iklan bagi miliaran penggunanya setiap hari. Selain itu, lebih dari 9 juta usaha kecil di kawasan Asia-Pasifik kini mengadopsi perangkat kreatif berbasis AI dari platform tersebut.

"Ada 3,6 miliar orang yang menggunakan aplikasi kami setiap harinya. Jumlah yang sangat besar. Itu berarti hampir separuh penduduk bumi sudah memeriksanya bahkan sebelum sarapan.

Namun, inilah yang sebenarnya terjadi di balik layar. Kami memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas secara signifikan dan menampilkan iklan yang memang ingin dilihat oleh pengguna," kata Ben Joe, Vice President Meta Asia Pacific.

Perusahaan terus memfokuskan pengoptimalan penargetan iklan agar dapat menjangkau konsumen secara lebih presisi melalui teknologi cerdas ini.

"Alih-alih berteriak di tengah keramaian dengan harapan ada yang mendengarkan, kita justru membisikkan hal yang tepat kepada orang yang tepat pada saat yang tepat," ujar Ben Joe, Vice President Meta Asia Pacific.

Tren belanja di kawasan Asia-Pasifik juga menunjukkan kebiasaan unik, di mana perayaan hari belanja tanggal kembar seperti 12.12 mencatatkan persentase belanja mencapai 69 persen, melampaui Black Friday yang berada di angka 49 persen. Media sosial menjadi acuan utama konsumen dalam mencari inspirasi produk.

"Konsumen yang berbelanja selama musim liburan di kawasan Asia-Pasifik lebih cenderung beralih ke media sosial untuk mencari inspirasi dibandingkan konsumen di wilayah lain di dunia. Media sosial menjadi sumber inspirasi bagi para pembeli di Asia-Pasifik. Selain itu, ketika orang menemukan suatu produk melalui platform Meta, mereka membelanjakan uang 30% lebih banyak daripada rata-rata," tutur Ben Joe, Vice President Meta Asia Pacific.

Di sisi lain, pemasaran melalui kreator konten dan program affiliate mengalami lonjakan pesat. Tingkat kepercayaan masyarakat Asia-Pasifik terhadap ulasan produk dari kreator tercatat 6 poin lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.

"Coba pikirkan ini. Orang biasanya tidak memedulikan iklan-iklan yang muncul di sisi halaman web. Namun, jika seorang kreator berkata, hei, saya sudah mencoba ini dan produk ini mengubah hidup saya.

Anda justru akan mengeklik tautan tersebut. Inilah fenomena yang sedang terjadi dalam skala besar," terang Ben Joe, Vice President Meta Asia Pacific.

Data Meta menunjukkan lebih dari 10 juta kreator di Asia-Pasifik telah bergabung dengan program affiliate dalam setahun terakhir. Pada bulan lalu saja, para kreator tersebut mengantongi total komisi melebihi USD 24 juta atau sekitar Rp 428 triliun dari konten rekomendasi mereka.

"Sekali lagi, angka ini bukan akumulasi selama setahun. Ini hanya dalam satu bulan terakhir saja. Ini adalah orang-orang yang membangun karier nyata dengan merekomendasikan produk yang benar-benar mereka sukai. Selain itu, kami juga sedang menguji coba fitur iklan untuk semakin mempermudah kerja sama antara merek dan kreator," tegas Ben Joe, Vice President Meta Asia Pacific.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed