Merz Batasi Peluang Kooperation CDU dengan Partai Linke dan AfD
Kanselir Jerman Friedrich Merz menolak tegas peluang kerja sama koalisi antara Partai Demokrat Kristen (CDU) dengan Partai Die Linke maupun Alternative untuk Jerman (AfD) menjelang pemilihan daerah di Sachsen-Anhalt pada 6 September 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Merz melalui wawancara bersama media lokal Mitteldeutschen Zeitung dan Magdeburger Volksstimme pada Selasa (1/9/2026), di tengah kekhawatiran CDU kehilangan suara dominan dari kandidat petahana Sven Schulze akibat lonjakan popularitas AfD. Meskipun menutup rapat pintu partisipasi pemerintahan bersama atau penyusunan program kerja gabungan, Merz masih membuka opsi toleransi terhadap pemerintahan minoritas CDU di Sachsen-Anhalt yang sewaktu-waktu membutuhkan dukungan dari Linke.
"Kita melihat bagaimana pemerintahan dapat dijalankan di Thuringia dan Saxony. Namun harus jelas pula bahwa ada batas-batasnya," kata Friedrich Merz, Kanselir Jerman.
Kebijakan penolakan resmi terhadap partai sayap kiri Die Linke sejatinya telah ditetapkan CDU dalam keputusan kongres partai sejak 2018. Kendati demikian, tekanan internal agar aturan tersebut dilunakkan terus bermunculan demi mencegah potensi AfD menguasai kursi pemerintahan lokal. Di tingkat daerah, Menteri Presiden Sachsen-Anhalt dari CDU Sven Schulze menyoroti pentingnya kelangsungan agenda pembangunan dan kesiapan fasilitas publik daripada narasi politik simbolis yang kerap diusung AfD.
"Saya tidak masalah jika mereka menuntut bendera Jerman dikibarkan di depan gedung sekolah, namun yang terpenting adalah sekolah dan guru mendapatkan fasilitas yang memadai," ujar Sven Schulze, Menteri Presiden Sachsen-Anhalt. Schulze menolak secara terbuka kehadiran perwakilan dari kelompok politik ekstrem kanan maupun kiri dalam jajaran kementerian yang dipimpinnya.
"Baik AfD maupun Partai Linke tidak akan mendapatkan tempat di meja kabinet saya," ujar Sven Schulze, Menteri Presiden Sachsen-Anhalt. Ancaman isolasi ekonomi wilayah Sachsen-Anhalt turut menjadi perhatian utama jika kepemimpinan daerah jatuh ke tangan politisi AfD yang kerap mendorong penghentian sanksi Rusia. "Hasil pemilu akan menentukan apakah kita terus bekerja sama atau apakah Sachsen-Anhalt akan terisolasi," ujar Sven Schulze, Menteri Presiden Sachsen-Anhalt.
Merespons dinamika politik tersebut, kandidat utama dari Partai Linke mengonfirmasi kesiapan pihaknya untuk membuka dialog lintas partai demi membendung dominasi kelompok kanan ekstrem.
Eva von Angern mengindikasikan keterbukaan partainya untuk melakukan pembicaraan politik konstruktif bersama pihak CDU pasca-pemungutan suara. Sementara itu, kandidat dari AfD Ulrich Siegmund memanfaatkan kampanye berbasis isu-isu nasional serta krisis energi dengan mengusulkan pemulihan impor gas dari Rusia guna menggaet basis pemilih di wilayah Jerman Timur.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow