Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil Hingga Akhir 2026
Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Pertamina, Shell Indonesia, dan BP-AKR pada 20 Agustus 2026 tetap stabil sejak penyesuaian 1 Agustus 2026, sedangkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga 31 Desember 2026.
PT Pertamina Patra Niaga memangkas harga BBM nonsubsidi pada 1 Agustus 2026 untuk tiga produk, dengan rincian Pertamax Turbo turun Rp 1.000 menjadi Rp 18.300 per liter, Pertamax Green 95 turun Rp 400 menjadi Rp 16.600 per liter, dan Pertamax (RON 92) turun Rp 300 menjadi Rp 15.950 per liter di wilayah dengan PBBKB 5% seperti DKI Jakarta.
Harga BBM Shell Indonesia untuk Shell V-Power Diesel tetap Rp 21.910 per liter, sedangkan harga BBM BP-AKR juga tak berubah sejak 1 Agustus 2026, dengan BP Ultimate Rp 16.760, BP 92 Rp 16.130, dan BP Ultimate Diesel Rp 21.910 per liter di Jabodetabek.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan, "Komitmen kami sebagai Menteri ESDM atas arahan Bapak Presiden, harga BBM subsidi tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember 2026." Ia menegaskan bahwa kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) tidak menjadi alasan menaikkan harga BBM subsidi.
"Mau berapa pun harga ICP-nya, Pak Nurdin, jadi insya Allah aman. Mau berapa pun harga ICP-nya, kita akan jaga," ujar Bahlil saat pengarahan kepada jajaran DPP, DPD, dan Fraksi Golkar DPR RI.
Bahlil menambahkan pentingnya kepekaan pemerintah terhadap kondisi masyarakat dan menjaga stabilitas harga energi agar kegiatan ekonomi tetap berjalan.
"Kita harus betul-betul punya kepekaan hati kepada rakyat, kepada saudara-saudara kita, agar ekonomi kita tetap bisa berjalan di bawah," ujarnya.
Selain itu, Bahlil mengingatkan agar kelompok masyarakat mampu tidak menggunakan BBM subsidi, terutama untuk kendaraan mewah. "Nanti menyangkut pembatasan itu nanti ada jenis kendaraan, ya. Jangan pakai BMW, pakai Mercy masa pakai minyak subsidi," ucapnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Meski demikian, pembatasan tidak berlaku untuk kendaraan roda dua. "Enggak, sepeda motor enggak dibatasi kok," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah sedang mengamati sistem yang dibuat PT Pertamina untuk mengatur konsumsi BBM subsidi. Ia berharap masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi tidak menggunakan BBM subsidi.
"Kita sedang uji sistem, Pertamina sedang menguji sistem, saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa aja yang desil 9-10 enggak bisa beli yang bersubsidi. Dia mesti bayar harga Pertamax atau yang lain, kira-kira begitu," jelas Purbaya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow