Mentan Amran Usulkan Tambahan Anggaran Rp 5 Triliun untuk Perkebunan 2027
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk Kementerian Pertanian pada 2027 di luar pagu yang sudah ditetapkan sebesar Rp 28,02 triliun. Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Usulan tambahan anggaran difokuskan pada pengembangan sejumlah komoditas strategis perkebunan, seperti kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete. Pengembangan kelapa direncanakan untuk kawasan seluas 83.279 hektare dan kopi seluas 54.355 hektare, sementara kakao akan dikembangkan di area 100.026 hektare.
Untuk komoditas lada dan pala, masing-masing akan dikembangkan di lahan seluas 1.071 hektare dan 1.400 hektare. Jambu mete juga direncanakan dikembangkan di area 24.658 hektare, sedangkan untuk tebu, Kementan menyiapkan 1.250 unit traktor guna menunjang produksi.
Andi Amran menjelaskan bahwa tambahan anggaran ini diperlukan untuk memperkuat pasokan bahan baku industri pengolahan, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta pendapatan petani. Selain itu, anggaran juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat daya saing ekspor nasional.
"Dalam rangka menjamin kepastian pasokan bahan baku industri pengolahan, peningkatan penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan petani, serta memperkuat substitusi impor, dan daya saing ekspor nasional," ujar Amran.
Pagu anggaran Kementan pada 2027 sendiri sudah mengalami peningkatan dari Rp 23,23 triliun menjadi Rp 28,02 triliun. Dari total pagu tersebut, sekitar Rp 9,8 triliun dialokasikan untuk anggaran dasar wajib, dan sekitar Rp 18,22 triliun untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional.
Rincian anggaran juga menempatkan sekitar Rp 9,6 triliun untuk komoditas padi, Rp 1,9 triliun untuk tanaman pangan lainnya, serta sekitar Rp 2 triliun untuk bawang putih, cabai, dan bawang merah. Hilirisasi perkebunan mendapat alokasi sekitar Rp 2,3 triliun, sementara hilirisasi peternakan memperoleh Rp 798 miliar.
Kementan juga menyediakan anggaran Rp 973 miliar untuk penyuluhan dan pendidikan pertanian guna mendukung pengembangan sektor pertanian secara menyeluruh, dilansir dari Investor Daily.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow