Menkomdigi Tagih Pemenang Lelang Frekuensi Bikin Jaringan Cepat

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah menuntut realisasi komitmen pembangunan infrastruktur digital dari para operator seluler yang memenangi seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Langkah ini penting demi menghadirkan akses internet cepat dan berkualitas tinggi.

Seperti dilansir dari Detik iNET, penambahan spektrum dinilai bukan sekadar aset bisnis sem semata. Alokasi frekuensi tersebut harus diwujudkan menjadi layanan internet yang mampu menjangkau hingga wilayah pelosok Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa rampungnya proses lelang menjadi awal dari pemerataan konektivitas di Tanah Air.

"Kami memberikan komitmen kewajiban kepada para pemenang seleksi untuk mengembankan tugas di antaranya menghadirkan layanan 4G berkualitas di 538 desa dan kelurahan tersebar dari Sumatera sampai Papua yang saat ini belum terhubung ke sinyal atau masih lemah sinyalnya," ujar Meutya di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Penambahan jaringan ini diproyeksikan bakal mengikis area tanpa sinyal atau blank spot di berbagai pemukiman warga. Akses masyarakat menuju berbagai layanan digital pun akan makin terbuka lebar.

"Artinya ini juga dapat mengurangi lokasi-lokasi atau titik-titik blank spot di desa dan kelurahan yang saat ini belum memiliki sinyal yang baik," ucapnya.

Para pemenang lelang juga dibebani target perluasan jaringan 5G hingga menjangkau 51% populasi nasional pada tahun kelima. Pemerintah menargetkan kecepatan internet bisa menyentuh angka 100 Mbps pada 2029 mendatang.

"Untuk arah ke layanan kualitas internet yang lebih cepat," pungkasnya.

Penetapan pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz ini dilakukan setelah melewati proses seleksi sejak April hingga Juli 2026.

Pada pita frekuensi 700 MHz, XLSmart menjadi pemenang utama dengan menguasai bandwidth 30 MHz lewat nilai penawaran Rp 1,0602 triliun. Telkomsel menyusul di posisi kedua dengan 20 MHz senilai Rp 642,5 miliar, disusul Indosat yang meraup penawaran Rp 507,48 miliar.

Sementara pada pita 2,6 GHz, Telkomsel memimpin dengan mengamankan bandwidth 80 MHz bernilai Rp 545,84 miliar. Indosat menyusul dengan nilai penawaran Rp 372 miliar, sedangkan XLSmart mengantongi bandwidth 50 MHz senilai Rp 231,6 miliar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed