Marc Marquez Sebut Hubungannya dengan Valentino Rossi Mustahil Membaik

Smallest Font
Largest Font

Pembalap MotoGP Marc Marquez menegaskan bahwa perselisihan panjangnya dengan Valentino Rossi mustahil menemukan titik temu karena perbaikan hubungan membutuhkan kesadaran dari kedua belah pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Marquez saat merefleksikan persaingan sengit mereka di kelas utama yang terus memanas sejak insiden di MotoGP Malaysia 2015, seperti dilaporkan Motosan pada Kamis (20/8/2026).

"Mustahil menemukan solusi. Ada hal-hal yang tidak bergantung pada satu orang saja. Dibutuhkan dua pihak," ujar Marquez, Pembalap Ducati Lenovo Team.

Meski mengklaim tidak memiliki keterikatan personal dengan sang rival, Marquez menyatakan tetap menghormati rekam jejak karier legenda balap asal Italia tersebut.

"Dalam kehidupan pribadi saya, saya tidak membutuhkannya dan dia juga tidak membutuhkan saya. Namun, saya menghormati apa yang telah dia capai," kata Marquez.

Persaingan kedua juara dunia ini telah memberi warna tebal pada peta persaingan MotoGP selama lebih dari satu dekade, hingga Rossi resmi pensiun pada musim 2021.

"Kami berdua telah memberikan kontribusi besar untuk MotoGP dan dunia balap motor. Kami adalah dua orang yang sangat berbeda," tutur Marquez.

Selain membahas rivalitas lama, Marquez memilih mengalihkan fokus ke masa depan kejuaraan dengan menunjuk Pedro Acosta sebagai calon sosok sentral generasi anyar.

"Pebalap yang saat ini berada di MotoGP dan punya talenta untuk memimpin generasi baru adalah Pedro Acosta. Tahun depan, kami berdua akan membalap untuk Ducati, di tim Lenovo, dengan motor terbaik di grid," ucap Marquez.

Perjalanan karier Marquez sendiri sempat diwarnai periode sulit pascacedera parah di Jerez 2020 yang memicu niat untuk menyudahi karier balapnya lebih awal.

"Saya mengalami cedera dalam waktu yang lama, empat tahun, dari 2020 hingga 2024. Secara mental itu sangat berat," ujar Marquez.

Rasa sakit yang berkepanjangan selama rentang waktu pemulihan tersebut membawanya pada titik terendah secara mental.

"Saya sangat menderita, untuk apa?" kata Marquez.

Keputusan meninggalkan Honda untuk berlabuh ke pabrikan Ducati menjadi titik balik penting yang mengembalikan motivasi bertandingnya di lintasan.

"Saat saya pulih, saya berpikir: ini adalah kesempatan terakhir. Saat itulah saya memutuskan pindah dari Honda ke Ducati," tutur Marquez.

Keberhasilan mengamankan kemenangan bersama motor barunya menjadi dorongan moral utama untuk terus bersaing di level tertinggi.

"Di sana saya mulai merasakan kembali rasa kemenangan. Itu adalah bahan bakar terbaik untuk tubuh saya," ujar Marquez.

Meskipun kondisi fisiknya tak lagi sepenuhnya sama seperti sebelum cedera, Marquez tetap berkomitmen menghabiskan sisa masa kontraknya di grid balap.

"Itu yang dikatakan kontrak saya. Saya selalu mengatakan hal yang sama: jika kondisi fisik saya memungkinkan, saya ingin terus melanjutkan," ucap Marquez.

Ia meyakini faktor kebugaran tubuh pada akhirnya akan menjadi penentu utama kapan dirinya harus benar-benar menggantung helm.

"Saya tidak akan menjadi pebalap pertama dan bukan yang terakhir yang mengakhiri karier karena kesehatan. Saya pikir itu akan terjadi cepat atau lambat karena saya mengalami banyak cedera dan setiap tahun rasa sakitnya semakin bertambah," kata Marquez.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed