Maestro Seni Rupa Nasirun Meninggal Dunia di Yogyakarta

Smallest Font
Largest Font

Maestro seni rupa Indonesia asal Cilacap, Nasirun, meninggal dunia di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 05.58 WIB. Kepergian sosok yang menetap di Bantul ini meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan dunia kesenian.

Tetangga almarhum di Perumahan Bayeman Permai, Bimo Aditya, mengonfirmasi keberadaan jenazah yang sempat disemayamkan di rumah sakit sebelum dibawa ke rumah duka. Berdasarkan informasi surat berita lelayu, prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama pukul 14.00 WIB di Makam Seniman Girisapto Imogiri, Bantul.

"Benar, ini saya persiapan menuju ke rumah duka," kata Bimo Aditya, tetangga Nasirun di Perum Bayeman Permai.

Bimo menjelaskan bahwa almarhum sempat mengeluhkan rasa sakit pada bagian dada serta gangguan asam lambung sebelum mengembuskan napas terakhir.

"Jenazah masih di RS AMC, informasinya jenazah akan dimakamkan di Makam Seniman Girisapto Imogiri, Bantul," kata Bimo Aditya.

Rasa terkejut juga dirasakan oleh seniman Jumadil Alvi yang sempat bertemu dan melihat Nasirun beraktivitas menyapu di depan rumahnya pada Jumat (31/7/2026).

"Masih. Di sini, di rumahnya. Saya lewat sini dia lagi nyapu. Masih kegiatan," kata Jumadil Alvi.

Alvi mengenang momen saat mereka menonton pameran bersama dua hari sebelumnya, di mana Nasirun mengenakan pakaian tebal karena kondisi cuaca Yogyakarta yang dingin.

"Cuaca Jogja kan memang lagi dingin. Wis koyo ngono krukupan, jaketan, syal ya biasa bercanda-bercanda aja. Nah kemarin sore juga kayak gitu dia itu.

Saya sendiri pas dikasih tau tadi pagi langsung kaget sekali karena enggak nyangka baru kemarin kita ngobrol-ngobrol itu. Jadi prosesnya cepat sekali," kata Jumadil Alvi.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa Nasirun mengalami gejala sesak napas yang hilang timbul dalam tiga hari terakhir, namun enggan melakukan pemeriksaan medis ke dokter.

"Jadi memang kalau sesaknya itu kata keluarga tiga hari ini udah sesak cuman kan hilang timbul hilang timbul dan memang beliau itu kan orang yang agak takut kalau periksa-periksa ke dokter, biasa lah seniman," kata Jumadil Alvi.

Kondisi sesak napas tersebut memburuk pada Sabtu dini hari pukul 02.00 WIB hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia pada pagi harinya.

"Saya langsung ke sini nyiapin di sini jadi anak-anak ke sana (rumah sakit) saya ke sini karena kan enggak ada orang di sini," kata Jumadil Alvi.

Selain keterikatannya dengan sesama seniman senior, Alvi mencatat bahwa Nasirun dikenal sangat merangkul dan memperhatikan para seniman muda tanpa membeda-bedakan tingkatan.

"Dengan seniman-seniman muda Jogja sangat perhatian. Dia tidak membedakan antar seniman. Makanya kadang-kadang kan saya bercanda sama dia, 'Sosok kayak kamu itu udah pameran internasional di mana-mana, tapi pameran RT antar gang aja dia tetap mau'. Tetap datang," kata Jumadil Alvi.

Pengaruh besar Nasirun juga dirasakan oleh akademisi dari FSRD ISI Yogyakarta, Mikke Susanto, yang menilai almarhum sebagai figur inspiratif yang meyakinkannya bahwa jalan hidup di dunia seni mampu menopang kebutuhan lahiriah.

"Saya mengenal Nasirun sebagai orang yang secara singkat adalah orang yang mampu membuat saya percaya diri hidup di dunia kesenian. Kadang-kadang ada keluarga yang masih belum yakin bahwa anaknya yang di kesenian itu bisa hidup," kata Mikke Susanto.

Mikke mengingat salah satu kolaborasi seni yang paling berkesan adalah pertunjukan 24 jam antara Nasirun dan Sujiwo Tejo di kediamannya saat masa pandemi Covid-19.

"Salah satu yang mungkin bisa disebut menarik itu ketika kolaborasi antara Nasirun dan Sujiwo Tejo di sini, 24 jam performance," kata Mikke Susanto.

Aksi seni tersebut dinilai memberikan pesan mendalam bagi publik mengenai bagaimana seorang seniman dapat mengambil pelajaran hidup untuk masyarakat luas.

"Di situ banyak sekali hal-hal yang menarik untuk kita sadari sebagai bagian dari kebutuhan publik, bukan hanya sebagai seniman tetapi bagaimana seniman itu mampu mengambil hikmat-hikmat kehidupan untuk masyarakat secara luas," kata Mikke Susanto.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed