Maestro Perupa Nasirun Meninggal Dunia di Yogyakarta dalam Usia 60 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Dunia seni rupa Indonesia kehilangan salah satu perupa terbaiknya setelah maestro lukis Nasirun meninggal dunia di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sekitar pukul 05.58 WIB.

Seniman asal Cilacap, Jawa Tengah, tersebut tutup usia pada umur 60 tahun. Jenazah almarhum dijadwalkan dimakamkan di Kompleks Makam Seniman Girisapto, Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY pada Sabtu siang.

Tetangga almarhum, Bimo Aditya, mengonfirmasi keberadaan jenazah di rumah sakit sebelum prosesi pemakaman berlangsung.

"Jenazah masih di RS AMC, informasinya jenazah akan dimakamkan di Makam Seniman Girisapto Imogiri, Bantul," ujar Bimo Aditya seperti dikutip dari Antara.

Wafatnya Nasirun menandai berakhirnya rekam jejak panjang sang seniman dalam memperkaya khazanah seni rupa Tanah Air selama puluhan tahun berkarya dari Yogyakarta.

Lahir di Cilacap pada 1 Oktober 1965, Nasirun memutuskan merantau ke Yogyakarta pada 1983 untuk menimba ilmu seni di bidang Seni Kriya Batik dan Seni Murni. Katalog Pameran Ruang Tafakur terbitan Bentara Budaya Jakarta mencatat bahwa eksplorasi kearifan lokal, cerita wayang, serta nilai-nilai tasawuf Islam menjadi pondasi utama dalam proses kreatifnya merespons fenomena modern.

"Refleksi dan kolaborasi pengetahuan serta praktik nilai tersebut melahirkan wujud karya seni kontemporer," tulis Bentara Budaya dalam dokumen profil perupa tersebut.

Sepanjang kariernya, Nasirun aktif berpartisipasi dalam ratusan pameran seni di tingkat nasional maupun internasional. Rekam jejak pameran tunggalnya melingkupi Uwuh Seni di Jakarta (2012), Breath of Nasirun di Tokyo (2014), RUN–Embracing Diversity di UMY (2016), hingga Perayaan Persahabatan di Museum OHD Magelang (2023).

Ia juga konsisten menghiasi pameran bersama internasional, seperti Pathos of the Fringes di Korea Selatan (2017), Shah Alam Biennale di Malaysia (2017), Bridge of Colour di Thailand (2022), hingga eksibisi MayinArt di Singapura (2024).

Atas kontribusi dan pencapaian artistiknya, Nasirun dianugerahi pelbagai penghargaan bereputasi, di antaranya Penghargaan Sketsa dan Seni Lukis Terbaik ISI Yogyakarta, McDonald Award pada Lustrum ISI ke-X, serta Philip Morris Award pada 1997.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    1
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed