Kritik Tajam Pengamat Mewarnai Hasil Imbang FCSB Melawan Sepsi OSK
Hasil imbang tanpa gol yang diraih FCSB saat bertandang ke markas Sepsi OSK pada pertandingan pekan keempat Liga Super Romania, Senin (10/8/2026) malam, memicu gelombang kritik tajam dari para pengamat sepak bola.
Hasil tersebut membuat FCSB gagal merebut posisi puncak klasemen, sementara penampilan anak asuh Marius Baciu dinilai sangat tidak memuaskan oleh analis Basarab Panduru dan Bogdan Cosmescu.
Panduru menilai Sepsi OSK lebih layak memenangkan pertandingan setelah tuan rumah menciptakan sejumlah peluang emas lewat Mawa dan Funsho Bamgboye, sedangkan FCSB tampil tanpa energi yang cukup.
"Sepsi saya pikir lebih dekat dengan kemenangan. Mereka kehilangan dua poin. FCSB seharusnya bersyukur bisa meraih satu poin. Tampaknya mereka baru pertama kali bertemu setelah dua bulan dan memainkan pertandingan ini," kata Basarab Panduru, Pengamat Sepak Bola.
Panduru juga menyoroti kondisi fisik beberapa pemain kunci FCSB yang dinilainya tidak tampil optimal di lapangan.
"Gnahore tidak bisa. Saya tidak tahu kenapa. Mungkin posisi itu tidak cocok untuknya.
Saya mendengar Andrei Nicolescu mengatakan sesuatu. Mungkin dia tidak suka bermain sebagai gelandang bertahan dan ingin lebih ke depan. Dia punya sikap acuh tak acuh, padahal tidak bisa melakukan apa-apa, kamu justru bergaya di lapangan saat hanya berjalan," ujar Basarab Panduru, Pengamat Sepak Bola.
Ia juga mempertanyakan kesiapan fisik pemain lainnya dalam laga tersebut.
"Apakah Birligea menurut Anda memiliki masalah fisik? Apakah Cisotti memiliki masalah?" kata Basarab Panduru, Pengamat Sepak Bola.
Sementara itu, Cosmescu memberikan penilaian yang lebih keras terkait intensitas permainan FCSB yang kalah jauh dibanding tim tuan rumah.
"Jika Anda tidak memahami bahwa Anda harus berlari untuk mendapatkan poin dan berpikir akan menang hanya karena Anda Tanase, Joao Paulo, dan Birligea, Anda tidak akan mencapai apa pun. Sepsi pantas menang, jelas. Mereka berlari tiga kali lebih banyak.
FCSB sangat lemah. Mengapa? Saya tidak tahu," kata Bogdan Cosmescu, Pengamat Sepak Bola.
Cosmescu menambahkan bahwa kehilangan Darius Olaru ke Royale Union Saint Gilloise berdampak besar, serta mengkritik performa beberapa pemain yang dinilai tampil di bawah standar.
"Pemain-pemain hilang. Olaru bisa menyelesaikan pertandingan ini. Dia bisa melepaskan tembakan dari jarak 25 meter dan menyelesaikan laga.
Gnahore harus dilarang masuk stadion sampai dia memperbaiki kondisi fisiknya. Dia tidak punya alasan berada di lapangan," ujar Bogdan Cosmescu, Pengamat Sepak Bola.
Ia juga menyoroti kontribusi pemain lain yang dianggapnya mengecewakan sepanjang pertandingan.
"Cisotti sangat lemah. Apakah CRETU masalahnya?! Padurariu, harapan besar dari kaki tungku...
Mengapa Anda terus memainkannya? Haruskah Anda memainkan Padurariu? Dia sangat lemah," kata Bogdan Cosmescu, Pengamat Sepak Bola.
Sebelum pertandingan dimulai, pelatih FCSB Marius Baciu sempat mengungkapkan tantangan timnya terkait proses adaptasi para pemain baru.
"Permainan yang sangat penting menanti kami. Kita lihat saja, ini awal musim yang menarik, dengan tim-tim yang terlihat cukup baik. Kami juga harus bangkit ke level yang diinginkan.
Kami harus banyak bekerja pada kekompakan. Ada pemain yang datang di tengah jalan, tidak ikut pemusatan latihan bersama kami. Mereka butuh penyesuaian, setiap hari semakin baik.
Meskipun mereka berkualitas, sulit ke mana pun Anda pergi di kelompok baru. Saya pikir ini masalah terbesar kami. Kami memiliki tujuh poin, kami ingin menang.
Kami menghadapi tim promosi yang sangat bagus, teratur, dan tergarap. Saya bahkan menyaksikan pertandingan mereka. Di awal, semuanya cukup seimbang," kata Marius Baciu, Pelatih FCSB.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow