Konflik Timur Tengah dan Rusia-Ukraina Ganggu Perdagangan Energi Global
Jalur perdagangan energi dunia terganggu akibat konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang memperburuk ketidakstabilan pasar global.
Serangan terhadap kapal tanker minyak di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb menjadi kunci gangguan, dengan 61 kapal dagang diserang sejak 1 Maret, menyebabkan 17 pelaut meninggal dan puluhan luka, dilansir dari Detik Finance.
Iran dan sekutunya Houthi di Yaman meningkatkan serangan untuk menguasai jalur perdagangan vital tersebut. Houthi bahkan menembaki dua kapal tanker Saudi setelah embargo maritim diumumkan.
Dimitris Maniatis, CEO layanan risiko maritim Marisks, mengatakan, "Iran dan Houthi bersama-sama kini memberikan pukulan yang sangat signifikan terhadap kepentingan nasional Amerika, perusahaan minyak Amerika, dan tentu saja Arab Saudi. Namun mereka tidak berhasil sepenuhnya menekan ekspor."
Konflik Rusia-Ukraina juga menambah kekacauan perdagangan energi dunia. Ukraina mengklaim telah menyerang lebih dari 150 kapal tanker dan kapal kargo terkait armada bayangan Rusia di Laut Azov dan Laut Hitam.
Helima Croft, kepala strategi komoditas global, menyatakan, "Pasar minyak saat ini sedang menghadapi perang di berbagai lini."
Harga minyak mentah Brent sempat naik ke level US$ 100 per barel pada perdagangan Kamis (23/7), mencerminkan kerentanan rantai pasok energi dunia.
"Rusia kini telah memberlakukan larangan ekspor produk dan kilang-kilang mereka telah terpukul sangat parah oleh Ukraina. Rusia adalah salah satu pengekspor produk terbesar, salah satu pengekspor diesel terbesar. Hal ini benar-benar memperketat pasar produk serta pasar minyak mentah," ucap Croft.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow