Rusia Persiapkan Serangan Besar ke Infrastruktur Energi Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pada Minggu, 30 Agustus 2026, bahwa mereka sedang menyiapkan serangan besar terhadap infrastruktur energi Ukraina sebagai respons atas serangan yang dilakukan Kyiv. Persiapan ini dilakukan setelah Rusia mengalami serangan berkelanjutan dari pihak Ukraina yang menyasar infrastruktur sipil dan fasilitas energi Rusia. Musim dingin sebelumnya, Rusia telah melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap pembangkit listrik di Ukraina, yang menyebabkan jutaan warga mengalami pemadaman listrik dan kedinginan dalam suhu di bawah nol derajat Celsius.
Selama beberapa bulan terakhir, kedua pihak saling melancarkan serangan jarak jauh yang menargetkan fasilitas seperti gudang, bisnis, pelabuhan, dan kapal, yang meningkatkan jumlah korban sipil.
Rusia mengklaim pada Minggu telah menyerang sebuah pabrik di Kyiv yang memproduksi asbes dan semen, yang menurut mereka gudangnya digunakan untuk menyimpan bahan peledak, serta pabrik pembuat drone dan amunisi. Serangan Rusia pada Sabtu di luar ibu kota Ukraina menewaskan sedikitnya 38 orang setelah ledakan besar di sebuah gudang amunisi.
Di sisi lain, Ukraina melancarkan serangan drone terhadap kilang minyak di barat laut Rusia yang menyebabkan kebakaran, menurut otoritas setempat. Serangan udara Rusia terhadap Kyiv selama beberapa hari terakhir telah menyebabkan kematian 37 orang, terutama dari serangan drone yang menargetkan gudang dan pusat perbelanjaan, menguras pertahanan udara Ukraina yang terbatas.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan penyelidikan atas pengelolaan gudang amunisi yang hancur telah dimulai karena letaknya dekat pemukiman warga, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Perdana Menteri Ukraina Serhii Koretskyi menyebut kesalahan menyimpan senjata berbahaya di kawasan sipil sebagai kelalaian kriminal dan menuntut hukuman berat bagi yang bertanggung jawab. Ukraina kini menghadapi kekurangan rudal pencegat Patriot yang merupakan satu-satunya senjata efektif untuk menembak jatuh rudal balistik, sementara Rusia menggunakan drone berkecepatan tinggi untuk serangan berkelanjutan.
Selain itu, Rusia melaporkan telah menembak jatuh 494 drone Ukraina pada satu malam dan menghancurkan 13 drone yang menuju Moskow, sementara Ukraina menyatakan berhasil menembak jatuh 125 dari 130 drone dan rudal yang diluncurkan Rusia.
Serangan drone Ukraina terhadap kilang minyak Rusia pada Agustus mencapai lebih dari 20 kali, memicu kebakaran dan kelangkaan bahan bakar di beberapa wilayah Rusia. Rusia pun memperpanjang larangan ekspor solar untuk menjaga pasokan dalam negeri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow