Kondisi Lokasi Penemuan Jasad Mutilasi Karung di Depok Minim Lampu
Akses jalan buntu dan minimnya penerangan jalan umum menjadi pemicu penemuan jasad manusia tidak utuh di dalam karung di Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, terhambat hingga 12 hari pada Selasa (4/8/2026).
Titik penemuan jasad berada di sebuah jalan setapak berjarak 400 meter dari jalan utama kawasan Tanah Merah Depkes, Jalan Raya Kavling. Area tersebut jarang dilintasi warga karena hanya mengarah ke satu pemukiman.
Ketua RW 17 Kelurahan Pancoran Mas Abdullah Rifa'i menjelaskan bahwa jalan setapak tersebut tidak memiliki lampu penerangan lantaran status tanah yang masih dalam proses sengketa.
Ini mentok, sudah enggak ada lagi, jalan buntu, ucap Rifa'i.
Pihak pengurus lingkungan setempat telah berulang kali mengajukan pengadaan fasilitas penerangan jalan kepada pemerintah daerah namun belum mendapat persetujuan.
Kenapa enggak ada penerangan? Karena ini masih tanah Depkes, masih sengketa. Jadi kita enggak bisa ajukan, ini sudah beberapa kali kami ajukan PJU penerangan dari Pemerintah Kota Depok, tapi tidak di-ACC karena tanahnya masih sengketa, tutur Rifa'i.
Selain itu, lokasi tersebut tidak biasa dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga luar lingkungan.
Jadi memang aksesnya ke sini itu untuk rumah ini aja sebenarnya, ucap Rifa'i.
Rifa'i menambahkan bahwa warga asing biasanya membuang sampah di tepi jalan utama, bukan di jalan setapak pemukiman.
Bukan (tempat lazim untuk buang sampah). Ini agak aneh soalnya, biasanya orang-orang luar pun kalau buang sampah, itu di pinggiran jalan utama, ungkap Rifa'i.
Meskipun area utama lapangan kerap digunakan warga untuk berolahraga dan bermain layang-layang setiap sore dan akhir pekan, keberadaan karung beras tersebut sempat tidak dicurigai.
Kalau buat digunain, bebas ya orang dari mana-mana. Untuk saat ini aja dibuat main layangan, terus ada yang main bola, ada yang belajar motor, ada yang kalau pagi itu pada jalan sehat gitu lah, kata saksi pertama, Herni Septiani.
Saksi Herni Septiani bersama keluarganya membiarkan karung tergeletak sejak 24 Juli 2026 karena mengira berisi sampah biasa.
Kebanyakan biasanya memang Sabtu Minggu itu rame. Karena ini lahan kosong itu banyak dipergunakan oleh masyarakat untuk lari pagi, olahraga, terus ada juga yang jualan-jualan. Kalau sore dipakai main layangan, kata Rifa'i.
Herni sempat mengabadikan foto karung itu saat pertama kali melihatnya di pinggir jalan dekat rumahnya.
Begitu saya lihat, saya langsung foto kirim ke grup keluarga, saya bilang ada yang buang sampah nih sembarangan di pinggir jalan, kata Herni.
Pembongkaran isi karung baru terjadi saat adik saksi berusaha membakar karung untuk meminimalisasi bau busuk di sekitar lokasi.
Adik saya nyium bau bangkai karena memang sudah beberapa hari kan, ceritanya mau dibakar nih biar bau bangkainya itu hilang sampah itu. Malah awalnya dipikir itu binatang. Cuma pas kelihatan tangan keluar, langsung buru-buru dimatiin, terus ditutup karpet, terus ngehubungin pengurus setempat, tutur Herni.
Kepolisian dari Polres Metro Depok langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari warga setempat pada sore hari.
Iya, bagian bawah tubuh korban tidak ada. Dapat kami sampaikan, sebagian tubuh dari korban itu tidak ditemukan di TKP. Namun kami masih melakukan penyelidikan, ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Gede Made Oka Utama.
Pihak kepolisian masih melakukan penelusuran identitas jasad dan mengumpulkan sisa bagian tubuh yang belum ditemukan.
Untuk jenis kelamin korban nanti kami akan sampaikan setelah mendapatkan kepastian. Informasi awal diduga laki-laki, kata Oka.
Laporan penanganan temuan jasad tersebut pertama kali diterima oleh petugas kepolisian sekitar pukul 16.00 WIB.
Pada hari ini, tanggal 4 Agustus, kami mendapatkan laporan dari masyarakat adanya temuan mayat di wilayah Pancoran Mas. Informasi yang kami dapatkan sekitar pukul 16.00, ujarnya.
Proses identifikasi dan autopsi lanjutan saat ini ditangani oleh tim forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Pada saat ditemukan, saksi awalnya berpikiran itu adalah sampah, kemudian dibakar. Pada saat proses pembakaran tersebut, melihat potongan tubuh dari korban, tutur Oka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow