Kolaborasi Perguruan Tinggi Diperlukan untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Penulis : Happy Amanda Amalia 21 Aug 2026 | 20:25 WIB
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Eni Harmayani dan Dekan Fakultas Sains The University of Melbourne Prof. Moira O Bryan (kanan). (Ist.)
JAKARTA, Investor.id — Kolaborasi perguruan tinggi dinilai dapat berperan dalam memperkuat kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dari sisi keamanan pangan, kandungan gizi, diversifikasi menu, hingga pengelolaan rantai pasok.
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Eni Harmayani mengatakan pengelolaan pangan dalam skala besar membutuhkan pemahaman menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga pangan sampai kepada penerima manfaat.
Menurut Prof. Eni, pengetahuan tersebut penting untuk memastikan makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya siswa, memenuhi aspek keamanan sekaligus kecukupan gizi.
“Kami memiliki fokus yang sama, terutama dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai keamanan pangan, mulai dari bahan baku hingga menjadi produk pangan, termasuk proses distribusi dan bagaimana sistem pangan bekerja secara keseluruhan,” ujarnya dalam sesi media interview kemitraan baru antara University of Melbourne dengan UGM dan IPB University, di Jakarta, Kamis (21/08/2026)
Prof. Eni menjelaskan, kompetensi di bidang tersebut dapat dimanfaatkan tidak hanya dalam pengelolaan pangan, tetapi juga sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan untuk program berskala besar seperti MBG.
Dalam pendidikan teknologi pertanian, lanjutnya, mahasiswa antara lain mempelajari cara menghasilkan pangan bergizi, mengelola proses dari bahan baku hingga produk akhir, serta memahami rantai pasok. Kompetensi tersebut dinilai dapat menjadi bekal untuk mendukung pelaksanaan program pangan bagi masyarakat.
Pentingnya Diversifikasi Menu
Dekan Fakultas Sains The University of Melbourne Prof. Moira O’Bryan menilai kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah nutrisi, tetapi juga keberagaman pangan yang dikonsumsi. Menurut ia, pola makan yang lebih beragam menjadi salah satu faktor penting dalam menyediakan makanan yang sehat dan bergizi dalam jangka panjang.
Melalui pendidikan dan penelitian di bidang pangan dan pertanian, mahasiswa dapat mempelajari berbagai pilihan pangan serta kombinasi makanan dengan kandungan gizi yang baik.
Pengetahuan tersebut, kata Prof. Moira, dapat diterapkan dalam konteks Indonesia, termasuk untuk mendukung MBG agar menu yang disediakan tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga lebih beragam dan sehat.
Sementara itu, Direktur Riset Pascasarjana School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences (SAFES) The University of Melbourne Assoc. Prof. Dorin Gupta mengatakan keamanan pangan perlu dilihat sebagai bagian dari keseluruhan sistem produksi.
Penelitian di bidang tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain mikrobiologi pangan, kemasan, penyimpanan jangka panjang, hingga bagaimana kualitas gizi tetap terjaga selama proses pengolahan dan penyimpanan.
Selain itu, penelitian juga mencakup profil nutrisi, termasuk kandungan antioksidan dan berbagai komponen gizi utama lainnya.
Menurut Gupta, keterlibatan mahasiswa dalam proyek penelitian dapat membantu memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Australia di bidang keamanan pangan. Ia juga menilai peningkatan standar keamanan pangan, khususnya pada tahap pascapanen dan pengolahan, tidak dapat dilepaskan dari sistem produksi pangan secara keseluruhan.
Rantai Pasok Jadi Bagian Penting
Dalam konteks program pangan berskala besar, pemahaman terhadap rantai pasok juga menjadi penting karena keamanan dan kualitas makanan perlu dijaga sejak tahap produksi hingga distribusi.
Kolaborasi akademik antara Indonesia dan Australia membuka peluang pertukaran pengetahuan mengenai praktik pertanian, teknologi pangan, serta pengelolaan sistem pangan di kedua negara.
Program gelar ganda yang dikembangkan bersama universitas di Indonesia juga dirancang agar mahasiswa memahami praktik terbaik di Indonesia maupun Australia sekaligus memperoleh perspektif terhadap sistem pertanian dan industri yang berbeda.
University of Melbourne menilai program pendidikan tersebut dapat menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih luas, termasuk penelitian bersama dalam bidang pertanian dan pangan. Dalam jangka panjang, kerja sama itu juga diarahkan pada penelitian mengenai pangan berkelanjutan, inovasi yang memberi manfaat bagi petani dan industri, serta pengembangan pangan untuk kebutuhan masa depan.
Prof. Eni menambahkan, kolaborasi riset nantinya dapat menjawab berbagai pertanyaan, termasuk bagaimana menghasilkan pangan secara berkelanjutan serta bagaimana inovasi dapat memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Mendikdasmen Pastikan Anggaran MBG dan Pendidikan Dipisah Mulai 2028
Ketika Teori Supply Demand, Tak Lagi Relevan
Anggaran MBG 2027 Sementara Dipatok Rp 240 Triliun
MPR: Program MBG Jadi Langkah Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045
Kemendagri Minta Pemda Sukseskan MBG, Ini Peran yang Diminta Tito
Business 6 menit yang lalu Keamanan Pangan dan Rantai Pasok Jadi Kunci Penguatan MBG Keahlian kampus di bidang keamanan pangan, nutrisi dan rantai pasok dinilai dapat membantu memperkuat kualitas pelaksanaan program MBG.
Market 12 menit yang lalu BBRI Sedot Dana Besar, BBCA Kebagian Investor asing mencatatkan net buy Rp 974,5 miliar di BEI. BBRI paling banyak diborong asing, lalu saham BBCA.
National 13 menit yang lalu Polda NTT Dampingi Wapres Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa Polda NTT mendamping Wapres Gibran Rakabuming Raka menunjau kondisi warga terdampak gempa di Kabupaten Sikka, NTT.
Market 21 menit yang lalu Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Senin, 24 Agustus 2026 Prediksi IHSG Senin 24 Agustus 2026 akan berpeluang menguat. Simak rekomendasi saham FORE, INCO, MBMA, dan TLKM.
Lifestyle 39 menit yang lalu Penanganan Obesitas Masih Dibayangi Diet Ekstrem dan Obat Ilegal Diet ekstrem dan penggunaan obat pelangsing tanpa izin dinilai berisiko karena obesitas membutuhkan penanganan sesuai kondisi individu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow