Kemenkeu Meluncurkan Aplikasi ARISE untuk Ketahanan Fiskal Daerah
Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) merilis sistem Adaptive Regional Integrated System for Fiscal Resilience (ARISE). Inovasi ini dikembangkan bersama United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), seperti dilansir dari Detik Finance.
Sistem decision-support ini mengintegrasikan pemodelan risiko bencana dengan perkiraan dampaknya terhadap perekonomian serta keuangan daerah. Langkah ini diambil karena bencana alam selalu memberikan tekanan ganda bagi fiskal, yakni menurunkan pendapatan sekaligus memicu pembengkakan belanja daerah.
Plt Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Nufransa Wira Sakti, menekankan pentingnya perubahan strategi manajemen bencana di daerah. Pengelolaan risiko bencana dinilai harus berjalan proaktif serta terukur, tidak sekadar berfokus pada respons pascabencana.
"Kita perlu menggeser paradigma dari post-disaster response menuju pre-disaster planning, dan dari financing losses menuju managing risks," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
ARISE menyajikan data menyeluruh terkait bahaya, paparan, kerentanan, kerugian ekonomi, hingga dampak fiskal. Kehadiran platform ini membantu pemerintah daerah menyusun perencanaan mitigasi, kesiapan alokasi anggaran, dan strategi pengalihan risiko sebelum bencana melanda.
Bagi pemerintah pusat, data dari ARISE menjadi landasan formulasi kebijakan berbasis bukti. Hasil pemodelan tersebut dimanfaatkan untuk menyempurnakan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dan tata kelola keuangan daerah.
Uji coba awal penerapan ARISE berlangsung di Provinsi Bali. Pemerintah bersama UNDRR dan ITB berencana memperluas jangkauan sistem ini ke empat wilayah lain, yakni Aceh, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah.
Pengembangan ARISE ditargetkan dapat menjangkau seluruh provinsi di Indonesia dalam jangka panjang. Agenda peluncuran ini dihadiri perwakilan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, akademisi, serta lembaga mitra seperti Bank Dunia, DFAT Australia, dan Kantor Koordinator Residen PBB.
"Pemerintah berharap ARISE dapat menjadi langkah awal penguatan ketahanan fiskal daerah dalam menghadapi guncangan bencana dan perubahan iklim, sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan nasional," kata Nufransa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow