Analisis Satelit Deteksi Tanda Longsor Gletser Sebelum Bencana Nepal-Tibet
Bencana longsor es dan batuan yang memicu banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet menunjukkan tanda sebelum kejadian melalui analisis citra satelit, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Analisis oleh kelompok ilmuwan HiRISK mengungkap perubahan pada permukaan gletser terjadi beberapa hari sebelum longsoran es dan batuan runtuh. Citra satelit 24 Agustus menunjukkan air lelehan yang berubah warna menjadi kecokelatan dan retakan yang menyebar di lereng batuan sekitar gletser.
Geolog Jakob Steiner, salah satu penulis laporan HiRISK, menyatakan pemantauan dengan satelit dan kecerdasan buatan dapat membantu mendeteksi risiko di wilayah pegunungan luas seperti Himalaya.
"Di sinilah saya pikir kita perlu berinvestasi lebih banyak. Ada ribuan dan ribuan gletser di High Mountain Asia, jadi kita harus menemukan solusi yang dapat diterapkan dalam skala besar," ujar Steiner.
Steiner menambahkan sistem pemantauan konvensional terbatas di daerah pegunungan terpencil, dan sistem peringatan dini khusus bahaya gletser belum tersedia di wilayah terdampak.
Waktu peringatan untuk lokasi dekat sumber longsoran diperkirakan hanya beberapa menit, namun semakin jauh dari sumber bencana, waktu tersebut bisa mencapai sepuluh menit atau lebih. Sistem yang baik tetap bisa menyelamatkan banyak orang.
Bencana tersebut menghancurkan infrastruktur seperti jalan, jembatan, permukiman, dan proyek pembangkit listrik tenaga air, dengan ratusan pekerja konstruksi terjebak di lokasi proyek sepanjang sungai.
Ilmuwan menilai pemanasan global menyebabkan gletser menyusut dan permafrost mencair, yang membuat lereng menjadi tidak stabil. Es yang mencair mengurangi perekat alami antara batuan, memicu longsoran dan bencana beruntun di kawasan tersebut.
Steiner mengingatkan kejadian serupa pernah terjadi pada 2015 dan longsoran batu-es pada 2024, menegaskan perlunya persiapan lebih baik di kawasan tersebut.
Meski teknologi saat ini belum bisa memprediksi secara pasti keruntuhan gletser, citra satelit menunjukkan bahwa alam memberi tanda sebelum bencana terjadi. Tantangannya adalah mengubah tanda tersebut menjadi peringatan cepat agar manusia bisa menyelamatkan diri.
Jika pemantauan satelit dan AI mampu mendeteksi perubahan kecil beberapa hari sebelumnya, teknologi itu dapat menjadi alat penting untuk mitigasi bencana di wilayah yang sulit dijangkau seperti Himalaya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow