Kebakaran Kebun Sawit Seluas 5 Hektare di Kayan Hilir Sebabkan Kerugian Rp 100 Juta
Kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Kayan Hilir menyebabkan kebun sawit milik Akiam seluas 5 hektare terbakar, menghanguskan sekitar 500 pohon sawit berusia 2 tahun, dengan kerugian sekitar Rp 100 juta menurut denda adat setempat, dilansir dari Investor Daily.
Kebakaran terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sekitar pukul 19.45 WIB di Belonti, Desa Monbay Begunuk, namun pelaku dan penyebab kebakaran belum diketahui hingga kini.
Kolonel Arh Saptarendra Prasada, Ketua Kelompok Penyuluh Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir, menyampaikan bahwa kebun sawit milik Akiam terbakar seluas 5 hektare dengan 500 pohon sawit yang hangus berusia 2 tahun.
"Di antaranya, Pak Akiam, warga Desa Nanga Mau, Kecamatan Kayan Hilir, yang kebun sawit milik bersangkutan terbakar dan tidak tahu pelakunya. Lahan seluas 5 hektare," ujar Saptarendra.
"Jumlah sawit yang terbakar mencapai 500 pohon dan telah berusia 2 tahun," tambahnya.
Saptarendra menjelaskan denda adat di Kayan Hilir cukup ketat, dengan penggantian Rp 250.000 per pohon sawit yang terbakar. Namun karena pelaku tidak diketahui, Akiam hanya bisa menerima kerugian tersebut.
"Denda adat di Kayan Hilir sangat ketat, jika ada pohon orang lain yang terbakar maka harus mengganti Rp 150.000 per pohon karet dan Rp 250.000 per pohon sawit. Tapi karena pelakunya tidak diketahui maka Pak Akiam pun hanya bisa pasrah," terang Saptarendra.
Kejadian ini menunjukkan bahwa kelalaian seseorang dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat lain. Oleh karena itu, penyuluhan pencegahan karhutla akan diperluas menyasar petani, anak sekolah, dan pemuda.
"Akibat kelalaian seseorang, bisa berdampak terhadap kerugian orang lain yang nilainya sangat besar. Untuk itu, tim penyuluh pun akan menyasar tidak saja kepada petani tapi juga anak-anak sekolah maupun para pemuda," ujar Saptarendra.
Akiam menegaskan bahwa pembukaan lahannya tidak menggunakan metode pembakaran, melainkan menggunakan ekskavator kecil.
"Saya tidak pernah membuka lahan dengan cara membakar tapi gunakan excavator," tegas Akiam.
Atas kerugian yang dialami, Akiam hanya dapat menerima karena pelaku tidak diketahui dan berharap kejadian serupa tidak terulang.
"Dengan kejadian ini, kami hanya bisa ikhlaskan karena pelakunya juga tidak tahu siapa," ujar Akiam.
Dalam kunjungan penyuluhan, Saptarendra didampingi oleh anggota tim Satgas Karhutla TNI lainnya, termasuk Kolonel Laut (Kh) Chumaedy dan Kolonel Kes Robbi Mandolin.
Akiam juga menyambut baik kegiatan penyuluhan dan berharap edukasi dapat meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi kebakaran, termasuk dari puntung rokok.
"Terima kasih atas kunjungannya dan semoga dengan adanya penyuluhan seperti ini bisa menyadarkan warga untuk lebih hati-hati. Dari kejadian ini, saya juga sebenarnya ingin ikut asuransi, tapi belum tahu bagaimana prosedurnya dan besarannya bayar tahunan (premi) tidak terlalu berat," tandas Akiam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow