Pihak Kepolisian Bergamo Perketat Keamanan Laga Atalanta Kontra Hapoel

Smallest Font
Largest Font

Aparat kepolisian memperketat pengamanan di Bergamo menjelang pertandingan babak play-off Liga Konferensi UEFA antara Atalanta dan Hapoel Tel Aviv yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi tetap kondusif selama laga berisiko tinggi tersebut.

Sekitar seribu pendukung klub asal Israel tersebut diperkirakan akan memadati kota di wilayah Lombardia. Konsolidasi pengamanan diputuskan dalam rapat koordinasi di balai kota pada Rabu pagi, yang didahului oleh pertemuan teknis di markas kepolisian setempat pada hari Selasa.

Skema penerimaan kelompok suporter tandang kali ini mengalami perubahan lokasi. Para pendukung tim tamu ditempatkan di area Campo Utili yang berada dekat dengan markas Atalanta, bukannya di kawasan luar Piazzale Alpini seperti pertandingan terdahulu.

Sumber pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa standar pengamanan yang diterapkan setara dengan laga-laga besar Eropa lainnya yang pernah digelar di kota tersebut. Pihak berwenang juga memastikan tidak ada izin untuk aksi demonstrasi atau unjuk rasa di wilayah Bergamo.

Pemeriksaan ketat dilakukan di pintu masuk stadion untuk mengantisipasi masuknya atribut yang dilarang, termasuk bendera Palestina. Di sisi lain, sebuah kelompok aktivis memproyeksikan pesan tulisan di dinding luar stadion sebelum pertandingan digelar.

"Sebuah tindakan cahaya melawan genosida di Gaza," kata Bergamo Ground Crew dari Flotilla, saat mengklaim aksi tersebut.

Pihak aktivis menyoroti bahwa kegiatan olahraga tidak boleh mengabaikan krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di kawasan konflik tersebut.

"Anda bisa menonton pertandingan sepak bola, bukan genosida," ujar Global Sumud Flotilla.

Organisasi tersebut menilai bahwa boikot terhadap entitas tertentu merupakan sebuah tindakan yang didasari oleh alasan moral dan kemanusiaan.

"Boikot terhadap Israel bukan lagi sekadar pilihan politik di antara pilihan lainnya: ini adalah kebutuhan kemanusiaan, kewajiban moral terhadap rakyat Palestina, yang membayar dengan nyawa mereka atas kepatuhan dan keheningan internasional," kata Global Sumud Flotilla.

Kelompok tersebut berargumen bahwa penyelenggaraan laga internasional di tengah situasi konflik dapat memperburuk keadaan.

"Setiap pertandingan sepak bola mendorong normalisasi kekerasan, setiap kesepakatan perdagangan adalah keterlibatan," kata Global Sumud Flotilla.

Selain aksi di area stadion, kelompok tersebut mendesak lembaga nasional untuk membatalkan kerja sama militer serta membatasi perjanjian perdagangan yang ada. Mereka turut meminta UEFA membekukan partisipasi tim-tim terkait dari kompetisi olahraga, serta mengimbau pelaku usaha lokal Bergamo untuk memutus hubungan bisnis yang berkaitan dengan wilayah konflik.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed