JFX Dukung Pemerintah Bangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis 2027
Jakarta Futures Exchange (JFX) menyatakan kesiapan mendukung rencana pemerintah membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang ditargetkan beroperasi pada 1 Januari 2027, guna memperkuat posisi Indonesia dalam pembentukan harga komoditas strategis, dilansir dari Detik Finance.
JFX memiliki pengalaman 27 tahun dalam perdagangan komoditas mulai dari Olein, Kopi Robusta hingga Timah dan Emas Digital. Volume perdagangan Timah melalui JFX sejak 2019 mencapai lebih dari 300 ribu ton dengan nilai lebih dari USD 8 miliar, melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif, serta mencatat lebih dari 95% transaksi Timah nasional pada 2024, menurut keterangan resmi JFX.
Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya menekankan posisi Indonesia sebagai produsen berbagai komoditas strategis dunia yang seharusnya menjadi modal untuk memperkuat pengaruh terhadap harga komoditas tersebut.
"Sekarang adalah momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menjadi price setter. Pembentukan harga suatu komoditas dapat datang dari kekuatan sebagai produsen terbesar ataupun pembeli terbesar. Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat sebagai produsen berbagai komoditas dunia," ujar Kanca.
Kanca juga menegaskan bahwa JFX tidak memulai agenda ini dari nol karena sudah memiliki sistem, mekanisme perdagangan, dan pelaku pasar yang kuat.
"Bursa yang berhasil tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui proses. Yang paling penting adalah bagaimana mekanisme yang dibangun dapat memberikan kenyamanan bagi penjual tanpa mengganggu proses perdagangan mereka, sekaligus memberikan kepastian bagi pembeli yang menempatkan dananya," kata Kanca.
Contoh konkret adalah perdagangan fisik Timah yang memastikan komoditas memenuhi spesifikasi kontrak dan barang tidak keluar dari tempat penyimpanan sebelum pembayaran selesai.
Menurut Kanca, keterlibatan pembeli internasional dari China, Jepang, Singapura hingga Eropa membuktikan kepercayaan pasar global terhadap JFX meski pembeli tidak diwajibkan membeli melalui bursa Indonesia.
"Pembeli punya pilihan. Mereka tidak diwajibkan membeli melalui JFX, tetapi tetap datang dan bertransaksi di sini. Kalau pasar kita tidak efisien atau tidak dipercaya, tentu mereka bisa membeli di tempat lain. Ini menunjukkan pasar yang dibangun Indonesia sudah mendapat kepercayaan dari pelaku internasional," ujar Kanca.
Kanca menambahkan, harga Timah yang terbentuk di JFX sudah menjadi salah satu referensi harga di pasar internasional, meskipun bobotnya belum sebesar bursa global lain.
"Pada prinsipnya kita sudah menjadi salah satu price reference. Bobotnya mungkin belum sebesar bursa global lainnya, tetapi harga JFX sudah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan ketika orang melakukan transaksi Timah. Itu menunjukkan bahwa pembentukan harga dari Indonesia sebenarnya sudah mulai berjalan," kata Kanca.
JFX juga menyesuaikan mekanisme perdagangan sesuai karakteristik dan kebutuhan setiap komoditas, mengingat setiap jenis komoditas memiliki rantai pasok dan karakter pasar yang berbeda.
"Setiap komoditas punya karakteristik yang berbeda. Mekanisme yang berhasil untuk satu komoditas belum tentu bisa diterapkan dengan cara yang sama pada komoditas lainnya. Kita harus memahami apa yang dibutuhkan penjual dan pembeli, kemudian membangun mekanisme yang sesuai dengan karakter pasar tersebut," ujar Kanca.
Dengan sistem dan ekosistem yang telah ada, JFX siap memperkuat dan menyesuaikan operasional untuk mendukung BMKS sesuai arahan pemerintah.
"Kalau pemerintah menghendaki BMKS beroperasi pada 2027, kami sangat siap membantu mewujudkannya. Secara sistem, mekanisme, dan ekosistem, fondasinya sudah ada. Tinggal bagaimana pengalaman yang sudah kita miliki ini diperkuat dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing komoditas," tutup Kanca.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow