Jet Rafale Prancis Cegat Pesawat Komando Rusia di Laut Baltik

Smallest Font
Largest Font

Jet tempur Rafale milik Prancis mencegat pesawat komando Tu-214PU yang mengangkut pimpinan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) di atas Laut Baltik. Penyiapan armada penerbangan tersebut merupakan bagian dari pengamanan wilayah udara NATO antara 1 April hingga 31 Juli 2026.

Aksi pencegatan tersebut diungkap oleh Angkatan Udara Prancis melalui unggahan rekapitulasi penugasan di platform X. Kementerian Bersenjata Prancis mengonfirmasi bahwa penempatan ini termasuk dalam skema misi Baltic Air Policing NATO ke-71.

Selama periode penugasan empat bulan tersebut, detasemen penerbangan Prancis membukukan total 540 jam terbang. Angkatan Udara Prancis mencatatkan 39 pengerahan siaga nyata atau Alpha Scramble serta 69 pengerahan latihan atau Tango Scramble.

Pakar penerbangan Piotr Butowski menganalisis foto udara yang dirilis dan berhasil mengidentifikasi detail armada pertahanan Rusia tersebut.

"Pesawat Tu-214 yang dicegat oleh pihak Prancis di atas Laut Baltik ini memiliki sistem pertahanan diri laser LSZ-100. Jika catatan saya benar, pesawat dengan registrasi RA-64534 ini adalah pesawat yang digunakan oleh pimpinan FSB. Sistem LSZ-100 dan LSZ-200 juga terpasang pada pesawat Il-96-300 yang digunakan oleh [Presiden Rusia Vladimir] Putin," kata Butowski.

Data registrasi dan pelacakan penerbangan mengonfirmasi bahwa pesawat berkode RA-64534 merupakan tipe Tu-214PU. Varian berbasis pesawat penumpang ini difungsikan sebagai pusat komando, komunikasi terlindungi, serta moda transportasi pejabat tinggi militer dan intelijen Rusia.

Pengerahan armada militer Prancis di Pangkalan Udara Siauliai, Lithuania, melibatkan sekitar 200 personel penerbang secara bergantian. Pada rentang April hingga Mei, empat pesawat Rafale B dua tempat duduk dari Pangkalan Udara Saint-Dizier diturunkan terlebih dahulu.

Tugas kemudian dilanjutkan oleh empat unit Rafale C satu tempat duduk dari Pangkalan Udara Mont-de-Marsan hingga akhir Juli. Selain patroli udara rutin, jet tempur Prancis bertugas memantau perbatasan timur Polandia dari potensi intrusi drone maupun rudal asing.

Di samping misi cegat Tu-214PU, pilot Rafale C mencatatkan aksi penembakan jatuh satu unit drone serang di wilayah udara Latvia pada 8 Juni. Keberhasilan operasi pengancaman drone tersebut mengantar Kapten Josselin dan Letnan Kolonel Romain menerima penghargaan Atzinības Goda Zīme dari Menteri Pertahanan Latvia, Raivis Melnis.

Komando Pasukan Gabungan Sekutu NATO di Brunssum melaporkan lonjakan aktivitas udara militer Rusia di sepanjang perbatasan timur aliansi. Jumlah pengerahan pesawat tempur untuk misi patroli udara NATO tercatat melonjak hingga 250 persen pada periode Juli 2025 hingga Juli 2026 dibanding tahun sebelumnya.

Masa tugas detasemen Rafale Prancis di Lithuania resmi berakhir pada 1 Agustus dan digantikan oleh empat unit Eurofighter EF2000 milik Angkatan Udara Italia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed