ITB Terima 8.945 Mahasiswa Baru Angkatan 2026 dari 38 Provinsi
Institut Teknologi Bandung (ITB) menyambut 8.945 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 dalam Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, pada Rabu (5/8/2026).
Jumlah peserta yang diterima mencakup 5.468 mahasiswa program sarjana, 1.947 mahasiswa program magister, 563 mahasiswa program doktor, serta 967 mahasiswa program profesi.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menegaskan pentingnya orientasi kontribusi bagi para penuntut ilmu yang baru bergabung di almamater tersebut.
"Diterima di ITB bukanlah garis akhir. Ini adalah garis awal," kata Tatacipta Dirgantara.
Ia mengingatkan jejak sejarah kampus sejak era Technische Hoogeschool te Bandoeng pada 1920 yang senantiasa melahirkan tokoh-tokoh pembawa perubahan.
"Setiap sejarah besar selalu diawali oleh seseorang yang memutuskan bahwa hidupnya harus bermanfaat bagi orang lain sepanjang zaman," kata Tatacipta Dirgantara.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., memaparkan data sebaran peserta didik baru yang mencakup seluruh 38 provinsi di Indonesia.
Sebanyak 97 mahasiswa berasal dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), 10 mahasiswa melalui jalur Afirmasi Pendidikan Tinggi, 28 penerima Beasiswa Garuda, serta 446 mahasiswa tercatat dalam data KIP-Kuliah.
Berdasarkan asal daerah SMA pada jenjang sarjana, Jawa Barat mendominasi dengan 2.076 mahasiswa, disusul DKI Jakarta (1.026), Banten (645), Jawa Tengah (399), dan Jawa Timur (335).
Komposisi gender tingkat sarjana diisi 57,7 persen mahasiswa laki-laki dan 43,3 persen perempuan, dengan persentase mahasiswi tertinggi di Fakultas Seni Rupa dan Desain (78 persen) serta mahasiswa laki-laki terbanyak di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (81 persen).
Mahasiswa termuda tahun ini berusia 15 tahun di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, serta terdapat mahasiswa internasional jenjang sarjana dari 21 negara dan pascasarjana dari 20 negara.
"Ada beberapa fakultas yang jumlah mahasiswinya lebih banyak daripada mahasiswa," kata Irwan Meilano.
Dalam kesempatan orasi ilmiah, Kepala Subdirektorat Pengembangan Prestasi ITB, Muhammad Yorga Permana, S.T., M.Sc., Ph.D., menyoroti pergeseran lanskap dunia kerja akibat dinamika teknologi.
"Kita tidak tahu pekerjaan apa lagi yang akan diciptakan oleh perkembangan teknologi, transisi energi, maupun berbagai inovasi lain yang saat ini sedang berkembang," kata Muhammad Yorga Permana.
Ia memaparkan empat kemampuan kunci bagi mahasiswa, yakni fleksibilitas belajar, kolaborasi lintas disiplin, kreativitas, serta ketangguhan mental.
"Inovasi harus berpihak kepada mereka yang lemah, sehingga manfaat kemajuan teknologi dapat dirasakan oleh semua orang. No one should be left behind," kata Muhammad Yorga Permana.
Ia menegaskan pentingnya adaptabilitas manusia di tengah pesatnya modernisasi.
"Teknologi akan terus berubah. Dunia kerja akan terus berubah. Tetapi, ada satu hal yang tidak akan berubah, yaitu kemampuan manusia untuk bangkit setelah gagal, untuk terus belajar, untuk berkolaborasi, dan untuk terus bertumbuh," kata Muhammad Yorga Permana.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow