Iran Ancaman Hentikan Ekspor Energi Terkait Konflik dengan AS
Iran mengancam akan menghentikan semua ekspor energi dari Timur Tengah sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Ancaman ini muncul setelah AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran.
Menurut laporan yang dilansir dari Detik Finance, blokade tersebut mulai berlaku pada Rabu (15/7/2026) dan diikuti dengan serangan selama 90 menit terhadap fasilitas pertahanan dan rudal Iran.
Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, melaporkan bahwa serangan sebelumnya telah menyebabkan tujuh tentara tewas dan lebih dari 300 warga sipil terluka.
“Sedikitnya 30 warga sipil telah tewas akibat penyerbuan AS di Iran selatan dalam beberapa hari terakhir,” ujar Mohajerani.
Serangan dan blokade ini mendorong Iran untuk menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi pengiriman energi global. Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan, “Ekspor energi regional bisa dinikmati untuk semua atau dilarang untuk siapapun.”
Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga AS menghentikan serangannya, yang dapat berdampak pada 20% pasokan energi dunia.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menambahkan bahwa tindakan ini melanggar kesepakatan yang bertujuan menjaga kawasan tetap terbuka untuk negosiasi damai.
Memanasnya konflik ini juga berpengaruh pada harga minyak dunia, yang terus meningkat melewati level tertinggi dalam sebulan terakhir.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow