Investor Asing Borong Saham TPIA hingga Rp 349 Miliar
Investor asing membukukan transaksi beli bersih atau net buy yang signifikan pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dilansir dari Investor Daily, aksi borong saham emiten berkode TPIA tersebut mencapai nilai Rp 349,3 miliar di pasar reguler. Jumlah pembelian bersih pada saham TPIA menjadi yang paling besar dibandingkan dengan saham-saham lainnya pada perdagangan tersebut.
Menyusul di posisi kedua, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mencatatkan net buy dari investor asing senilai Rp 97 miliar.
Kondisi berbeda terjadi pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang justru mengalami aksi jual bersih atau net sell terbesar oleh asing senilai Rp 238,8 miliar. Aliran dana keluar dari investor asing juga melanda saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan total pelepasan mencapai Rp 172,79 miliar.
Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia mencatatkan total net buy asing sebesar Rp 96,7 miliar di seluruh pasar BEI. Akumulasi tersebut membuat total net sell investor asing sepanjang tahun berjalan menembus angka Rp 75,6 triliun berdasarkan data otoritas bursa.
Kinerja jangka panjang Chandra Asri Pacific diperkirakan terus bertumbuh seiring dengan langkah ekspansi dan rangkaian akuisisi yang memicu lonjakan kapasitas produksi. Analisis dari KB Valbury Sekuritas yang disusun oleh Ashalia Fitri Yuliana dan Naufal Rafi Kamal mengungkapkan faktor pemulihan kuat performa perusahaan. Strategi ekspansi anorganik yang agresif sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026 dinilai memperkuat posisi perseroan di sektor energi serta petrokimia hilir.
Dalam risetnya, Ashalia dan Naufal memaparkan bahwa TPIA telah mengambil alih Singapore Energy and Chemicals Park kepunyaan Shell pada April 2025.
Fasilitas di Singapura itu kini beroperasi dengan identitas Aster Chemicals and Energy (ACE), yang mengelola steam cracker etilena dan platform kimia hilir. Ekspansi berlanjut pada Mei 2025 melalui akuisisi aset Chevron Phillips Chemical yang sekarang berjalan di bawah nama Aster Polymer Solutions (APS). Langkah ini menambah kemampuan produksi high-density polyethylene (HDPE) yang merupakan jenis plastik berkepadatan tinggi untuk kebutuhan sektor industri.
Selanjutnya pada Juni 2025, perusahaan besutan taipan Prajogo Pangestu ini mencaplok condensate splitter unit (CSU) milik PCS Pte Ltd.
Fasilitas pemisahan kondensat tersebut saat ini tengah melalui fase revitalisasi demi mengoptimalkan efisiensi kerja dan kapasitas operasional. Rangkaian aksi korporasi tersebut mendongkrak total aset TPIA sebesar 118% secara tahunan (yoy) menjadi US$ 12,3 miliar pada akhir 2025.
Memasuki tahun 2026, korporasi memperluas gurita bisnis energinya dengan membeli jaringan ritel bahan bakar minyak merek Esso milik Exxon Mobil pada Januari 2026. Saat ini, Chandra Asri Pacific berstatus sebagai produsen petrokimia terintegrasi paling besar di tanah air dengan sokongan penuh Grup Barito Pacific.
Perusahaan ini juga bermitra strategis dengan SCG Chemicals sejak tahun 2011 dan merangkul Thai Oil sebagai mitra sejak tahun 2021.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow