Investor Asing Borong Saham BCA Usai Rencana Dividen Interim

Smallest Font
Largest Font

Aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing terus mewarnai pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di pasar modal. Dilansir dari Investor Daily, akumulasi beli investor luar negeri pada saham bank swasta terbesar tersebut telah berlangsung konsisten sejak Pertengahan Agustus 2026.

Meskipun koreksi tipis sebesar 0,78 persen ke level Rp 6.400 terjadi pada Senin (24/8/2026), investor asing tetap mencatatkan net buy senilai Rp 17,25 miliar. Pada perdagangan tersebut, transaksi saham BBCA mencapai 81,3 juta lembar dengan frekuensi 18.839 kali dan nilai total transaksi Rp 519,64 miliar.

Tren positif arus modal masuk ini melanjutkan catatan impresif sepanjang dua bulan terakhir. Selama periode Juli 2026, dana asing yang masuk ke saham BBCA menembus Rp 1,37 triliun. Angka tersebut ditambah dengan net buy pada bulan Agustus berjalan sebesar Rp 788,27 miliar, sehingga total akumulasi net buy asing mencapai Rp 2,15 triliun sejak awal Juli 2026. Kondisi ini berbalik signifikan dibanding semester pertama 2026 yang didominasi aksi jual investor asing.

Minat investor tercermin dari rencana perseroan membagikan dividen interim kedua tahun buku 2026 senilai Rp 3,07 triliun atau setara Rp 25 per saham. Keputusan ini telah mengantongi persetujuan dari dewan komisaris pada 19 Agustus 2026 lalu.

Jadwal cum date dividen interim BBCA untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 28 Agustus 2026. Sementara itu, tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak jatuh pada 1 September 2026 pukul 16.00 WIB, dengan pelaksanaan pembayaran pada 16 September 2026.

Sejumlah pemegang saham utama dipastikan menerima alokasi dividen ini. PT Dwimuria Investama Andalan yang menguasai 54,94 persen atau 67.729.950.000 saham BBCA berpotensi memperoleh Rp 1,69 triliun. Entitas lain terafiliasi Grup Djarum seperti PT Caturguwiratna Sumapala (1,02 persen saham) dan PT Tricipta Mandhala Gumilang (1,07 persen saham) masing-masing akan menerima Rp 31,54 miliar dan Rp 32,83 miliar. Konglomerat Anthoni Salim yang memiliki 1,15 persen saham juga berpeluang meraup dividen sebesar Rp 35,4 miliar.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menjelaskan bahwa alokasi dividen interim kuartal III tahun buku 2026 memperhitungkan fondasi keuangan perusahaan yang kuat. Pertimbangan tersebut mencakup posisi permodalan yang solid, likuiditas memadai, pengembangan bisnis perseroan dan anak usaha, serta kualitas aset yang terjaga.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed