INTI 2026 Buka Kolaborasi Ekosistem Digital di JIExpo Jakarta
Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, sebagai pameran inovasi teknologi yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, asosiasi, investor, inovator, dan akademisi untuk memperkuat kolaborasi serta pembangunan ekosistem digital Indonesia dari hulu hingga hilir, dilansir dari Investor Daily.
Acara ini didukung oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia sebagai Official Institutional Partner dan menghadirkan 952 exhibitor dari delapan negara, dengan target 30.000 pengunjung dari 20 negara.
INTI 2026 menampilkan 15 sektor teknologi strategis yang membentuk rantai ekosistem digital, seperti 5G, Internet & Satellite, Data Center, Cloud Computing, Artificial Intelligence (AI), Cybersecurity, Internet of Things (IoT), Smart City, Fintech, Digital Health, Robotics, hingga Smart Manufacturing.
Hendri Bunardy, Director CNG Trade & Event, menyatakan, "Melalui berbagai sektor teknologi, mulai dari telko, AI, data center, cybersecurity, IoT, robotics, semiconductor, smart mobility, drone technology hingga smart manufacturing, kami berharap INTI dapat menjadi tempat lahirnya ide baru, inovasi baru, kemitraan baru, dan peluang investasi baru."
Rangkaian acara pembukaan dimulai dengan sambutan Hendri Bunardy dan Firlie Ganinduto, Kepala Badan Ekosistem Digital KADIN Indonesia, serta keynote speech dari Andi Rizaldi, Staf Ahli Menteri Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, dan Boni Pudjianto, Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital.
Firlie Ganinduto menjelaskan, "Tahun ini, KADIN Indonesia hadir sebagai official institutional partner, dan bagi kami, kemitraan ini relevan karena dunia usaha bukan hanya menampilkan teknologi, tetapi juga mempertemukan kebutuhan industri, arah kebijakan pemerintah, dan inovasi yang dapat benar-benar diterapkan."
Partisipasi internasional diperkuat oleh delapan negara yakni China, India, Taiwan, Malaysia, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang, yang membuka peluang pertukaran teknologi, investasi, dan kemitraan bisnis.
Acara ini berlangsung di area seluas 13.000 meter persegi dengan sekitar 45% peserta menampilkan produk dalam negeri yang sudah tersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperkuat kapasitas teknologi dan daya saing nasional.
Pengembangan Artificial Intelligence menjadi fokus penting dalam ekosistem digital karena dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri.
Hendri Bunardy menambahkan, "Dengan menghubungkan basic connectivity, infrastruktur digital, AI, keamanan siber, IoT, hingga smart manufacturing, INTI 2026 menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun Indonesia yang semakin kuat di bidang teknologi dan industri, sekaligus mewujudkan ekosistem digital yang terintegrasi dari hulu hingga hilir."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow