Inter Milan Ambisius Kejar Gelar Juara Liga Champions

Smallest Font
Largest Font

CEO Inter Milan Beppe Marotta menegaskan timnya memiliki hak untuk memimpikan gelar juara Liga Champions musim ini demi mengakhiri dahaga trofi Eropa selama 16 tahun, dilansir dari Detik Sport. Pernyataan tersebut disampaikan usai dilakukannya undian fase liga kompetisi bergengsi tersebut pada Kamis (27/8) malam.

Sebagai juara bertahan Serie A, Nerazzurri dijadwalkan menghadapi delapan lawan kuat, yakni Liverpool, Real Madrid, Borussia Dortmund, Shakhtar Donetsk, Club Brugge, Stuttgart, Feyenoord, dan Slovan Bratislava. Laga melawan Real Madrid juga menjadi ajang reuni dengan Jose Mourinho, pelatih yang membawa Inter meraih gelar Liga Champions terakhir mereka pada 2010.

Klub asal Kota Milan itu tercatat dua kali menembus partai puncak dalam beberapa tahun terakhir, tetapi harus puas menjadi finalis pada 2023 setelah kalah 0-1 dari Manchester City dan pada 2025 usai takluk 0-5 dari Paris Saint-Germain. Kendati demikian, Marotta optimistis skuad asuhan Cristian Chivu layak masuk dalam jajaran tim favorit.

"Ini selalu jadi kesempatan yang menyenangkan, musim kesembilan berturut-turut Inter berlaga di Liga Champions, jadi tim kini punya kehadiran tetap di kompetisi ini," kata Marotta kepada Sky Sport Italia.

Terkait kembalinya sang mantan pelatih yang pernah mempersembahkan piala paling bergengsi di benua Eropa tersebut ke markas Inter, sang petinggi klub turut memberikan tanggapannya.

"Ada reuni menarik dengan Mourinho. Kita pastinya membicarakan tentang kompetisi paling penting di dunia sepakbola," sambung dia.

Ia menekankan bahwa pencapaian positif di panggung Eropa pada beberapa musim terakhir menjadi modal berharga bagi klub untuk terus melangkah mantap.

"Kami harus selalu ambisius, kami itu sebuah tim yang melaju dengan baik di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir. Kami juga punya kualitasnya, sekaligus hak untuk bermimpi," lanjut Marotta.

Perubahan format baru kompetisi Eropa juga disadari Marotta akan memengaruhi peta persaingan seluruh klub peserta hingga fase akhir penyisihan.

"Kami sadar bahwa laju kami juga akan bergantung pada bagaimana penampilan tim-tim lain, karena format baru ini membuat segalanya jadi sulit diprediksi. Jadi akan sulit diketahui sampai momen terakhir siapa yang akan lolos langsung," dia menyimpulkan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed