Inflasi Agustus 2026 Didominasi Daging Ayam dan Penurunan Biaya Transportasi

Smallest Font
Largest Font

Inflasi Jakarta pada Agustus 2026 mencapai 0,15 persen dengan daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar, sementara kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,5 persen akibat penurunan harga bahan bakar dan avtur.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi pada kelompok pengeluaran transportasi sebesar 0,5 persen pada Agustus 2026, yang memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen. Penurunan ini terutama disebabkan oleh tarif angkutan udara dan harga bensin non subsidi yang turun, termasuk Pertamax dan Pertamax Turbo.

"Pada Agustus tahun 2026, untuk kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,50% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,06%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.

Ateng menambahkan, "Terkait dengan tarif angkutan udara yang mengalami penurunan, ini seiring dengan adanya penurunan harga avtur." Penurunan harga bahan bakar non subsidi juga signifikan, dengan Pertamax turun sekitar 2% dan Pertamax Turbo turun sekitar 5%.

Sementara itu, di Jakarta, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan sebesar 0,15 persen, dengan daging ayam ras memberikan andil terbesar yakni 0,14 persen.

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan, "Daging ayam ras menjadi komoditas yang paling besar memberikan andil terhadap inflasi dalam kelompok tersebut, yakni sebesar 0,14 persen." Selain itu, pelumas mesin, sigaret kretek mesin, kacang panjang, dan buncis juga berkontribusi pada inflasi.

Secara tahunan, inflasi Jakarta pada Agustus 2026 tercatat sebesar 2,71 persen, terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 3,57 persen. Kelompok transportasi juga mencatat inflasi tahunan sebesar 4,83 persen dengan andil 0,65 persen.

Di Jawa Timur, BPS mencatat inflasi 0,34 persen pada Agustus 2026 yang dipicu oleh kenaikan harga daging ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, dan biaya pendidikan perguruan tinggi.

Plt. Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati menyatakan, "Kenaikan permintaan akan bahan pangan pada momen peringatan kemerdekaan serta Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu pendorong inflasi." Kenaikan harga produk peternakan seperti daging ayam dan sapi menjadi faktor utama.

Herum juga menambahkan, "Untuk perguruan tinggi memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,03 persen." Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami deflasi seperti bawang merah, tomat, bawang putih, angkutan udara, dan bensin yang menahan laju inflasi.

Dari 11 kabupaten/kota di Jawa Timur, seluruhnya mengalami inflasi dengan Banyuwangi memimpin sebesar 0,86 persen dan Surabaya yang terendah sebesar 0,09 persen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed