INACA Gelar Indonesia Aero Summit 2026 Perkuat Ekosistem Penerbangan

Smallest Font
Largest Font

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) bersama INNOWINN Internasional menyelenggarakan Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 di Jakarta pada Rabu dan Kamis, 8-9 Juli 2026, untuk memperkuat ekosistem penerbangan nasional. Forum internasional ketiga ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari pemangku kepentingan penerbangan domestik dan mancanegara, seperti dilansir dari Investor Daily. Acara tahunan ini dibuka oleh Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Shokib Al Rokhman, yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Pemerintah menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan aviasi di Asia Pasifik melalui kolaborasi kuat dan investasi berkelanjutan, sehingga master plan aviasi sedang disusun sebagai pondasi transformasi. Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem penerbangan yang terdiri dari regulator, maskapai, bandara, Airnav, perusahaan MRO, penyedia bahan bakar, teknologi, SDM, investor, hingga penumpang. Sektor-sektor tersebut harus bersinergi demi menghadapi tantangan berat dari krisis geopolitik global saat ini.

"Dalam Indonesia Aero Summit 2026 ini, INACA bersama-sama dengan Kementerian Perhubungan dan semua Kementerian serta stakeholders penerbangan nasional yang terkait berupaya memperkuat ekosistem penerbangan nasional. Terutama di dalam merespon keadaan sekarang ini, di mana kondisi krisis geopolitik global tidak bisa memberikan daya dukung buat pertumbuhan penerbangan nasional. Melalui ekosistem tersebut kita ini harus lebih banyak berkolaborasi dan melakukan terobosan-terobosan agar konektivitas di Indonesia, baik untuk penumpang dan barang ini, bisa terus berjalan," ujar Denon Prawiraatmadja, Ketua Umum INACA.

Denon juga berharap forum ini dapat meningkatkan partisipasi dari pemangku kepentingan luar negeri agar tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar, melainkan juga menanamkan investasi demi mendukung kemajuan teknologi industri penerbangan nasional. Sinergi internasional diharapkan mampu mendongkrak daya saing global Indonesia. Pada kesempatan yang sama di IAS 2026, kerja sama konkret ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman untuk pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Kesepakatan energi bersih penerbangan tersebut ditandatangani secara langsung oleh President Director dan CEO Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Managing Director Boeing Indonesia Indra Duivenvoorde.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed