IHSG Terkoreksi Tipis ke Level 6.343 Saham TMPO dan PDES Justru ARA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup tergelincir 7,42 poin atau 0,12% menuju posisi 6.343,71 pada Kamis (6/8/2026). Dikutip dari Investor Daily, penurunan ini tetap diwarnai lonjakan tajam beberapa saham hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) memimpin jajaran saham dengan kenaikan tertinggi setelah melesat 25,2% ke harga Rp 159. Penguatan signifikan turut dialami PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) yang melonjak 24,74% ke level Rp 474 dan resmi menyentuh batas ARA.
Beberapa emiten lain yang mencatatkan kenaikan besar antara lain PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang menanjak 22,78% menjadi Rp 388, PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) menguat 21,88% ke Rp 117, serta PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) naik 20,48% ke level Rp 100.
Kondisi berbeda melanda kelompok top losers, di mana tiga saham terpuruk hingga terkena batas auto rejection bawah (ARB). PT Tunas Alfin Tbk (TALF) merosot 14,94% ke Rp 1.025, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) jatuh 14,86% menjadi Rp 630, dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) melemah 14,77% ke posisi Rp 1.500.
Aktivitas perdagangan di bursa membukukan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 18,18 triliun. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 54,9 miliar saham dengan frekuensi transaksi 2,67 juta kali. Sebanyak 265 saham mencatatkan penguatan, 337 saham terkoreksi, dan 192 saham stagnan, sementara Indeks LQ45 melemah 0,49%.
Sebagian besar sektor saham berada di area merah pada penutupan perdagangan. Sektor kesehatan memimpin penurunan sebesar 0,55%, disusul sektor properti yang merosot 0,54%, teknologi turun 0,46%, keuangan berkurang 0,23%, dan barang konsumsi primer terkikis 0,19%.
Sektor energi tampil sebagai penahan utama laju penurunan IHSG setelah tumbuh 1,57%. Sektor lain yang mampu bertahan di zona hijau mencakup perindustrian yang menguat 0,91%, transportasi naik 0,71%, serta infrastruktur bertambah 0,15%.
Bursa kawasan Asia bergerak secara variatif pada hari yang sama. Indeks Straits Times Singapura mencatatkan kenaikan 1,04% dan Shanghai Composite menguat 0,57%, sedangkan Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,93% dan Hang Seng Hong Kong tertekan 1,49%.
Laju IHSG dipengaruhi oleh dinamika pasar global. Ketegangan geopolitik terkait kawasan Selat Hormuz pasca kesepakatan Iran dan Oman masih dicermati pelaku pasar, terlebih pasca klaim serangan kelompok Houthi terhadap tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.
Ekspektasi pasar terkait kebijakan suku bunga The Fed turut menjadi perhatian investor. Data ADP yang cenderung melemah memicu perkiraan bahwa proyeksi kenaikan suku bunga acuan hanya akan terjadi satu kali lagi hingga akhir tahun, kendati sejumlah pejabat The Fed masih menyuarakan sinyal hawkish jika tingkat inflasi belum terkendali sepenuhnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow