IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518 Pada Penutupan Bursa Jumat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis sebesar 3,63 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.518,1 pada akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/8/2026) sore.
Pergerakan bursa domestik pada penutupan perdagangan mencatatkan sebanyak 290 saham mengalami penguatan, 348 saham melemah, dan 325 saham bergerak stagnan, dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp 14,9 triliun.
Performa sejumlah indeks sektoral mencatatkan hasil beragam pada penutupan pasar hari ini. Sektor keuangan menjadi penopang utama dengan kenaikan sebesar 0,67 persen, disusul sektor barang konsumen non-primer sebesar 0,52 persen, serta sektor transportasi yang naik 0,44 persen.
Sebaliknya, tekanan penurunan terdalam dialami oleh sektor perindustrian yang jatuh 1,41 persen. Sektor lain yang turut terkoreksi meliputi sektor kesehatan sebesar 0,71 persen, sektor energi 0,65 persen, sektor infrastruktur 0,64 persen, dan sektor teknologi 0,58 persen.
Di kelompok indeks LQ45, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan lonjakan paling tinggi dengan penguatan mencapai 2,17 persen.
Selain itu, terdapat tujuh saham yang menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Beberapa di antaranya adalah saham LABA, SSTM, BIKE, GRPM, PPGL, PACK, dan MSIE. Jajaran top gainers mencatat lonjakan lonjakan harga berkisar antara 15 persen hingga 34 persen.
Secara rinci, saham PT Green Power Group Tbk (LABA) memimpin kenaikan hingga 34,3 persen ke posisi Rp 129. Kenaikan ini diikuti oleh PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang menanjak 25 persen ke Rp 480 dan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) yang menguat 24,5 persen ke level Rp 965. Kenaikan signifikan juga dialami saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) sebesar 19,18 persen ke Rp 174 dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) yang naik 15 persen ke level Rp 260.
Sebaliknya, sejumlah saham tercatat mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan. Saham PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) merosot 14,9 persen ke Rp 194, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) tertekan 14,2 persen ke Rp 216, dan PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) melemah 8,9 persen ke Rp 81. Koreksi juga dialami PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) yang turun 7,18 persen ke Rp 336 serta PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) yang susut 6,6 persen ke Rp 70.
Laju IHSG dari dalam negeri mendapat dorongan dari kepastian calon pimpinan Bank Indonesia setelah Komisi XI DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026–2031, seperti dilansir dari Investor Daily.
Dari pasar global, sentimen pasar dipengaruhi perhatian pelaku pasar terhadap pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole, dengan estimasi probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember berada di atas 70 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow