IHSG Merosot ke Level 5.873 Akibat Aksi Jual Investor Asing

Smallest Font
Largest Font

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu (8/7). Berdasarkan data yang dikutip dari Detik Finance, indeks saham domestik ini melemah 1,89% menuju level 5.873,37.

Pelemahan ini dipicu oleh peningkatan tekanan jual pada deretan saham berkapitalisasi besar. Selain itu, aksi jual yang dilakukan oleh penanam modal internasional turut memperberat posisi indeks.

Catatan transaksi memperlihatkan investor asing membukukan net sell senilai Rp674,26 miliar di pasar reguler. Sementara itu, nilai penjualan bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp689,33 miliar.

Saham BBCA, BBRI, dan AMMN menjadi penekan utama yang menyeret pergerakan indeks. Di sisi lain, saham TLKM, JECX, dan ENRG tampil sebagai pendorong utama yang menahan koreksi lebih dalam.

Koreksi melanda mayoritas sektor saham, di mana 10 dari 11 sektor mendarat di zona negatif. Sektor Basic Industry mencatat penurunan terdalam sebesar 4,35%, sedangkan sektor Health menjadi satu-satunya yang menguat sebesar 1,00%.

Pergerakan bursa saham Amerika Serikat terpantau variatif. Indeks Dow Jones terpangkas 1,09% dan S&P 500 melemah 0,28%, namun indeks Nasdaq berhasil tumbuh 0,20%.

Para pelaku pasar saat ini tengah mencermati langkah S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang memasukkan Indonesia ke dalam 2027 Country Classification Watchlist. Evaluasi ini menyasar transparansi kepemilikan saham dan efektivitas keterbukaan informasi pemegang saham.

Apabila aspek-aspek tersebut tidak memenuhi standar dalam setahun setelah special measures diterapkan, status Indonesia akan ditinjau ulang pada Country Classification Review 2027. Sentimen ini langsung direspons dengan penurunan indeks ETF EIDO sebesar 2,16% dan MSCI Indonesia sebesar 1,80%.

Divestasi Saham PT Krakatau Steel Tbk

Dari keterbukaan informasi emiten, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mengumumkan telah melepas seluruh kepemilikan sahamnya di Krakatau Osaka Steel (KOS) kepada Osaka Steel Co., Ltd. (OSC).

Aksi korporasi yang resmi berjalan pada 29 Juni 2026 ini melepas 14.000 saham Seri B. Jumlah tersebut setara dengan 20,00% hak suara dan 14,00% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Dari divestasi ini, KRAS mengantongi dana tunai sebesar USD14 juta atau setara Rp249,98 miliar mengacu kurs JISDOR 29 Juni 2026 senilai Rp17.856 per dolar AS. Perusahaan kini tidak lagi memiliki porsi saham di KOS.

Langkah pelepasan saham ini dilakukan di tengah pemulihan kinerja keuangan internal. KRAS membukukan laba bersih USD2,58 juta pada kuartal I-2026, berbalik dari kondisi rugi bersih USD46,90 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Rencana Ekspansi PT Nusatama Berkah Tbk

PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) tengah bersiap menghimpun dana segar senilai Rp500 miliar melalui mekanisme penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Perseroan mengalokasikan 40% dana hasil HMETD sebagai modal tambahan untuk anak usaha, Pilar Pratama Dinamika. Selanjutnya, sebesar 34% akan digunakan untuk membangun fasilitas assembling plant.

Sisa dana akan disalurkan untuk pengembangan bisnis kendaraan listrik (EV) sebesar 16%. Kemudian, sebesar 10% dialokasikan untuk mendanai akuisisi entitas di bidang jasa pertambangan.

Anak usaha NTBK juga menandatangani kerja sama strategis dengan Magma Capital Resources Private lewat MCR Bangun Persada untuk bisnis perdagangan mineral dan batu bara. Proyek logistik dari tambang ke pelabuhan ini akan memanfaatkan armada truk listrik NTBK dengan target volume distribusi mencapai 500 ribu metrik ton per bulan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed