IHSG Fluktuatif Menguat Tipis Saham BELI Menyentuh Batas ARA
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi pada sejam pertama perdagangan Rabu (2/9/2026) dengan menguat tipis 2,41 poin (0,03%) ke level 6.600,76, seperti dilansir dari Investor Daily.
Indeks domestik sempat menguat di awal pembukaan sebelum akhirnya bergerak bervariasi pada rentang 6.561 hingga 6.629. Perdagangan mencatat sebanyak 18,16 miliar lembar saham ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 6,04 triliun dan frekuensi 899.552 kali.
Sebanyak 249 saham mencatatkan kenaikan, 338 saham melemah, dan 193 saham stagnan. Sementara itu, saham blue chip LQ45 melemah 0,39%, dan indeks saham Asia kompak memerah seperti Nikkei anjlok 2,63%, Hang Seng turun 1,2%, Shanghai melemah 1,08%, serta Straits Times tergelincir 0,04%.
Kondisi pasar saham yang bergerak bervariasi ini turut mendapat sorotan dari analis pasar modal mengenai faktor pemicu utama di balik tekanan tersebut.
"Tekanan semakin kuat karena pasar mulai memperhitungankan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada September. Probabilitas kenaikan 25 basis poin (bps) telah mencapai sekitar 68% berdasarkan CME FedWatch Tool, setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole," ungkap Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas M Nafan Aji Gusta, Rabu (2/9/2026).
Nafan menjelaskan bahwa potensi tekanan pada IHSG dipicu peningkatan risiko eksternal, seperti kenaikan harga minyak di atas US$ 90 per barel dan melonjaknya yield obligasi AS. Kombinasi inflasi yang memanas serta pengetatan moneter memicu investor global mengurangi aset berisiko. Konsolidasi indeks diperkirakan berlanjut sembari menunggu data NFP dan inflasi AS.
Di tengah pergerakan indeks yang fluktuatif, lonjakan signifikan terjadi pada sejumlah saham yang masuk daftar gainer tertinggi, di mana harganya melambung 16% hingga 24%.
Saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) memimpin lonjakan hingga mentok batas auto rejection atas (ARA) setelah melesat 24,54% ke Rp 406. Posisi top gainers berikutnya diisi oleh PT Fortune Resources Investment Tbk (FITT) yang menanjak 22,05% ke Rp 476, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) melesat 21,82% ke Rp 1.340, PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) naik 18,59% ke Rp 925, dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) terangkat 16,83% ke Rp 590.
Sebaliknya, penurunan terparah dialami PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) yang ambles 12,33% ke Rp 995, PT Agri Bahari Nusantara Tbk (UDNG) anjlok 9,69% ke Rp 1.165, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) jatuh 8,53% ke Rp 118, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) melemah 5,71% ke Rp 264, dan PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) turun 5,71% ke Rp 208.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow