IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Saat Ketegangan Global Meningkat
Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Rabu (2/9/2026), setelah pada hari sebelumnya ditutup melonjak 74,47 poin atau 1,14 persen menuju level 6.599, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Sektor perindustrian mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 3,71 persen, sedangkan sektor barang baku berada di posisi terendah dengan penguatan 0,56 persen. Pergerakan pasar domestik dipengaruhi oleh kombinasi rilis data ekonomi Amerika Serikat serta memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Analisis teknikal dari sekuritas mencatat bahwa level penopang IHSG berada di rentang 6.440, sementara tingkat resistansi diperkirakan menyentuh angka 6.635.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.440-6.635. Potensi koreksi terbuka, hati-hati dan cermati," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasan, Rabu (2/9/2026).
Di tingkat global, data US ISM Manufacturing menurun dari 55,6 menjadi 54,6, namun tetap mempertahankan tren kenaikan selama delapan bulan berturut-turut. Sektor manufaktur mendapat dorongan dari permintaan konsumen, investasi bisnis, dan belanja pertahanan di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Konflik tersebut mendorong kenaikan ISM Prices Paid hingga 71,1, yang berdampak pada penurunan ISM New Orders menjadi 53,7 dan ISM Employment ke posisi 51,2. Di sisi ketenagakerjaan AS, US JOLTS Job Openings naik menjadi 7,271 juta, sedangkan tingkat PHK dan pekerja yang mengundurkan diri mengalami penurunan.
Eskalasi militer menyusul penempatan ranjau oleh Iran di Selat Hormuz serta serangan ke pangkalan militer turut memicu lonjakan harga minyak. Minyak mentah jenis WTI kembali menyentuh US$ 90 per barel, sementara minyak Brent merangkak naik hingga posisi US$ 94,65 per barel.
Dari dalam negeri, penerimaan pajak Indonesia hingga Agustus 2026 tumbuh 24,1 persen secara tahunan hingga mencapai Rp 1.409,1 triliun. Capaian tersebut setara dengan 59,8 persen dari total target APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 2.357,7 triliun, sehingga pemerintah perlu mengejar sisa penerimaan senilai Rp 948,6 triliun dalam empat bulan tersisa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow