Harga Minyak Turun dan AS Klaim Ranjau Hormuz Bersih

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak mentah dunia anjlok hingga dua persen pada perdagangan Rabu (26/8/2026) seiring munculnya harapan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz usai ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda. Penurunan tersebut didorong oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim seluruh ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah diledakkan atau disingkirkan oleh Angkatan Laut AS. Meskipun demikian, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup dan kesepakatan rute sementara selebar 11 kilometer dengan Oman tidak serta-merta membuka kembali jalur perairan strategis tersebut.

Analis Fujitomi Securities Mitsuru Muraishi memberikan penjelasannya terkait dinamika pasar minyak terkini yang terus bergejolak akibat situasi di kawasan Teluk.

"Pasar terus merespons perkembangan terkait navigasi melalui Selat Hormuz dan harapan adanya kemajuan dalam pembicaraan antara Iran dan Oman telah memicu aksi jual," kata analis Fujitomi Securities Mitsuru Muraishi. Muraishi menambahkan bahwa ketidakpastian prospek konflik masih menahan penurunan harga minyak lebih dalam karena sebagian investor memanfaatkan momentum untuk melakukan aksi beli.

"Ketidakpastian terhadap prospek telah mendorong pembelian saat harga turun, membatasi kerugian lebih lanjut, dan harga kemungkinan akan tetap bergerak dalam kisaran tertentu untuk sementara waktu," kata Muraishi. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Teheran mengenai pengawasan ketat yang dilakukan militer AS di kawasan tersebut.

"Saya baru saja menerima informasi dari Angkatan Laut Amerika Serikat bahwa semua ranjau telah disingkirkan dan/atau diledakkan dari perairan internasional di Selat Hormuz," kata Trump dalam pernyataan via akun media sosial Truth Social, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al-Arabiya, Rabu (26/8/2026). Trump menekankan bahwa pihak militer tidak akan memberi toleransi sedikit pun terhadap potensi ancaman baru di koridor pasokan energi dunia itu. "Iran telah diberitahu bahwa setiap kapal atau perahu yang menebar ranjau baru akan dihancurkan seketika dan secara sistematis," tegas Presiden AS tersebut.

Guna memastikan keamanan navigasi, AS mengerahkan teknologi pemantauan canggih dari unit khusus angkatan militernya.

"Melalui Angkatan Antariksa, kami memantau setiap jengkal wilayah selat tersebut, sebagaimana kami juga memantau Gunung Pickaxe dan tiga fasilitas nuklir lainnya yang telah dihancurkan," ucap Trump dalam pernyataannya. Trump kembali menegaskan komitmen pemerintahannya dalam menjaga stabilitas jalur maritim vital tersebut dari tindakan sabotase. "Kebijakan Nol Toleransi terhadap penebaran ranjau sedang diberlakukan sepenuhnya," tegasnya.

Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi memaparkan detail teknis mengenai hasil negosiasi lintasan kapal yang telah dibahas bersama pihak Oman.

"Kami sepakat dengan Oman bahwa rute masuk ke Selat Hormuz akan melalui perairan teritorial kami, dan sebagian rute keluar juga akan melalui perairan teritorial kami," ujar Gharibabadi. Gharibabadi menekankan bahwa pembukaan rute di perairan utara tersebut secara otomatis menutup jalur pelayaran di sisi selatan.

Sementara itu, penutupan dan gangguan di Selat Hormuz turut berdampak besar bagi ekspor LNG Qatar yang merosot lebih dari 60 persen, mengingat seluruh kargo energinya bergantung pada akses melintasi selat tersebut. Mengenai penerimaan hibah jet Boeing 747-8 senilai 400 juta dolar AS dari kerajaan Qatar pada Mei 2025 lalu, Donald Trump sempat menyampaikan apresiasinya sebelum memicu kritik publik di dalam negeri.

"Saya pikir ini adalah gestur yang hebat dari Qatar. Saya sangat menghargainya," kata Trump pada Selasa (13/5/2025) seperti diberitakan Reuters. Hingga saat ini, sebagian besar aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz dilaporkan masih terhenti sembari menunggu kepastian regulasi koridor navigasi permanen antara negara-negara pesisir.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed