Lalu Lintas Kapal Selat Hormuz Anjlok Dampak Kebuntuan AS Iran

Smallest Font
Largest Font

Aktivitas pelayaran kapal di Selat Hormuz menyusut ke level terendah dalam kurun tiga bulan terakhir akibat keraguan para pengusaha atas kesepakatan Amerika Serikat dan Iran, dilansir dari Detik Finance pada Kamis (13/8/2026).

Jumlah armada yang melintasi jalur logistik utama Timur Tengah tersebut kini rata-rata hanya tersisa 13 unit per hari, mencakup kargo hingga kapal tanker minyak. Volume lalu lintas armada ini merosot hingga 90 persen apabila dibandingkan dengan kondisi normal sebelum konflik yang mampu mencapai 130 unit kapal per hari.

Kondisi ini dipicu oleh belum terwujudnya kesepakatan pembukaan blokade koridor ekspor minyak antara Washington dan Teheran. Situasi tersebut mendorong para pengusaha logistik serta importir minyak menahan armada mereka karena meragukan jaminan keamanan di perairan tersebut.

Ketegangan diplomatik ini tecermin dari pernyataan pejabat keamanan nasional tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, yang menegaskan ketetapan sikap Teheran atas akses perairan tersebut.

AS sebelumnya memberikan sinyal positif terkait potensi normalisasi jalur perdagangan tersebut. Menteri Keuangan AS Scott Bessent sempat menyatakan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali jalur air serta memberikan kebebasan navigasi bagi kapal melintas dapat segera tercapai, yang sempat memicu aksi jual minyak pekan lalu.

Di sisi lain, terdapat perbedaan pandangan mengenai estimasi riil volume ekspor minyak yang melintasi kawasan Teluk saat ini. Menteri Energi Chris Wright meyakini pengiriman minyak melalui jalur perairan tersebut sebenarnya telah menyentuh angka 9 juta barel per hari berkat pengawalan militer AS.

Menurut Wright, volume ekspor tersebut ditopang oleh operasional kapal supertanker yang masing-masing mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak. Secara keseluruhan, total ekspor minyak dari negara-negara Teluk saat ini berkisar 15 juta barel per hari termasuk jalur pipa, turun dari level pra-konflik sebesar 20 juta barel per hari.

"Banyak perusahaan swasta yang meremehkan jumlah kapal yang meninggalkan Selat Hormuz karena adanya kapal yang bergerak secara diam-diam melalui jalur air tersebut," kata Wright dalam sebuah unggahan di media sosial.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed