Harga Emas Berpeluang Naik Meski Dibayangi Yield Obligasi AS
Prospek pergerakan harga emas diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada pekan ini, meskipun laju kenaikannya bakal menghadapi ancaman imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang bertahan tinggi serta penguatan harga minyak dunia, dilansir dari Investor Daily.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, komoditas emas mencatatkan kenaikan sebesar 0,58 persen hingga menyentuh level 4.376,6 dolar AS per ons troi. Secara mingguan, harga logam mulia tersebut menguat hampir 0,9 persen setelah pada pekan sebelumnya sempat melonjak drastis hingga 7,4 persen akibat melemahnya mata uang dolar AS.
Pelemahan nilai tukar dolar AS terdorong oleh rilis sejumlah data ekonomi domestik yang berada di bawah perkiraan pasar, mulai dari perlambatan pasar tenaga kerja, realisasi penjualan ritel yang rendah, hingga penurunan tingkat kepercayaan konsumen.
Market Analyst Forex.com Fawad Razaqzada menyampaikan bahwa indikator ekonomi tersebut memperkuat ekspektasi bank sentral The Fed untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada September 2026.
"Fundamental emas mungkin telah membaik dalam beberapa pekan terakhir, tetapi logam mulia tersebut masih menghadapi hambatan signifikan dari tingginya imbal hasil obligasi," kata Fawad Razaqzada, Market Analyst Forex.com.
Kondisi imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tetap tinggi menjadi salah satu faktor risiko utama bagi pergerakan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Di samping itu, dinamika di kawasan Timur Tengah dan lonjakan harga minyak bumi yang telah naik sekitar 20 persen sepanjang Juli turut memicu potensi kenaikan inflasi AS yang sulit diredam.
"Jika tekanan semakin besar, area US$ 4.100 - 4.120 per ons troi menjadi support yang lebih penting karena merupakan dasar breakout sebelumnya," ujar Fawad Razaqzada, Market Analyst Forex.com.
Dari tinjauan teknikal, harga emas sedang menguji area resistance penting pada kisaran 4.365 hingga 4.455 dolar AS per ons troi, dengan level support terdekat berada di kisaran 4.300 hingga 4.305 dolar AS per ons troi.
"Emas mungkin membutuhkan kembali rangkaian data AS yang lebih lemah dan, yang terpenting, penurunan imbal hasil obligasi AS sebelum mampu menembus resistance secara meyakinkan dan membentuk tren bullish yang lebih berkelanjutan," kata Fawad Razaqzada, Market Analyst Forex.com.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow