Harga Bitcoin turun menjelang keputusan suku bunga The Fed

Smallest Font
Largest Font

Harga Bitcoin turun pada awal perdagangan Asia di Singapura, Selasa 28 Juli 2026, seiring kekhawatiran investor atas prospek kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve. Bitcoin melorot hingga 2,3 persen dan Ether melemah 3,6 persen, sementara arus dana ETF tercatat mengalami penarikan.

Menurut Bloomberg internasional, Bitcoin jatuh ke level US$ 63.414 per koin pada pukul 09.00 waktu Singapura atau level terendahnya dalam 11 hari terakhir. Penurunan ini diikuti Ether yang melemah sebesar 3,6 persen pada waktu yang sama.

Citadel Securities memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat kredibilitas Ketua Dewan Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam meredam laju inflasi.

Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga berada di kisaran satu banding tiga, sehingga kenaikan biaya pinjaman umumnya mendorong pergeseran dari aset berisiko seperti aset kripto, dilansir dari Investor Daily.

Co-founder Orbit Markets Caroline Mauron menilai tekanan terhadap Bitcoin tidak hanya datang dari potensi kenaikan suku bunga The Fed, tetapi juga dari kecemasan makroekonomi terkait risiko kredit di sektor kecerdasan buatan.

"Level batas bawah (support) berikutnya yang perlu dicermati pada Bitcoin adalah US$ 62.000, dengan pertahanan kuat diperkirakan berada di area US$ 60.000," ujar Caroline, Selasa.

Sebelum penyesuaian tersebut, Bitcoin sempat memulih bertahap selama sebulan terakhir setelah terkoreksi sekitar 50 persen dari rekor tertinggi sepanjang masanya di level US$ 126.000 pada Oktober 2026.

Besarnya penarikan dana dari dana investasi ETF Bitcoin terdaftar di AS pekan lalu menunjukkan pemulihan pasar masih belum stabil, menurut Investor Daily.

ETF Bitcoin mencatat outflow lebih dari US$ 465 juta, menghentikan tren arus modal masuk yang bertahan selama tujuh hari beruntun, dilansir dari Investor Daily.

Analis IG Australia Tony Sycamore menilai pasar saat ini bersikap netral terhadap pergerakan Bitcoin. Ia menyebut penurunan jangka menengah akan lebih terkendali bila harga mampu bergerak konsisten di atas rata-rata 200 hari.

"dibutuhkan penutupan harga secara konsisten di atas kurva pergerakan rata-rata 200 hari (200-day moving average) pada level US$ 72.001 untuk meredakan risiko penurunan jangka menengah dan mengembalikan momentum positif secara teknikal," kata Tony Sycamore.

Pelaku pasar tetap memusatkan perhatian pada arah kebijakan moneter AS karena keputusan suku bunga The Fed menjadi indikator utama yang memengaruhi likuiditas global dan minat risiko investor, baik di pasar modal konvensional maupun ekosistem aset digital.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed