Harga Batu Bara Menguat Akibat Penurunan Produksi China
Harga batu bara dunia kembali menguat setelah sempat melemah selama dua hari berturut-turut. Penguatan harga komoditas ini ditopang oleh penurunan produksi batu bara China yang menyentuh level terendah sejak September 2021. Seperti dilansir dari Investor Daily, harga batu bara Newcastle untuk kontrak Agustus 2026 menguat US$ 0,05 menjadi US$ 129,3 per ton.
Kontrak September 2026 naik US$ 0,45 ke level US$ 134 per ton, sedangkan kontrak Oktober 2026 menguat US$ 0,25 menjadi US$ 136,35 per ton. Pergerakan bervariasi terjadi pada harga batu bara Rotterdam. Kontrak Agustus 2026 naik US$ 0,35 menjadi US$ 122,25 per ton, kontrak September 2026 stabil pada level US$ 120,95 per ton, dan kontrak Oktober 2026 terpangkas US$ 0,25 menjadi US$ 123,35 per ton.
Penurunan produksi batu bara China tercatat mencapai 10,1% secara tahunan menjadi 343,21 juta ton pada Juli 2026. Data Biro Statistik Nasional China menunjukkan bahwa angka tersebut menjadi produksi bulanan terendah dalam hampir lima tahun terakhir, tidak memperhitungkan periode Januari dan Februari.
Langkah pengetatan pengawasan keselamatan tambang dilakukan menyusul insiden maut pada Mei 2026. Ledakan gas di tambang Liushenyu, Provinsi Shanxi, menewaskan 82 orang dan menjadi kecelakaan tambang paling mematikan di China dalam 17 tahun terakhir. Penyelidikan awal mengungkap bahwa pengelola tambang tersebut menggunakan terowongan tersembunyi dan pintu palsu untuk menghindari pengawasan regulator. Peristiwa tersebut memicu penutupan sejumlah fasilitas tambang di Shanxi guna pemeriksaan keselamatan mendalam.
Analis Galaxy Futures mencatat bahwa penurunan produksi bukan disebabkan oleh melemahnya permintaan domestik. Banyak fasilitas tambang memilih mengurangi kapasitas produksi secara sukarela setelah beroperasi kembali. "Penurunan produksi kali ini bukan disebabkan oleh pelemahan permintaan, melainkan pengetatan aturan keselamatan tambang batu bara domestik yang terus berlangsung," kata analis Galaxy Futures dalam catatannya.
Galaxy Futures memproyeksikan produksi batu bara China pada Agustus akan berkurang 7%-9% secara tahunan. Secara keseluruhan sepanjang 2026, produksi diperkirakan menyusut 3%-5% akibat pengetatan pengawasan regulator. Meskipun mengalami penurunan bulanan, akumulasi produksi batu bara China periode Januari hingga Juli 2026 masih mencapai sekitar 2,7 miliar ton. Angka tersebut mencatatkan penurunan sebesar 2,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow