Hamas Tuding Israel Sengaja Tingkatkan Serangan di Gaza
Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menuding militer Israel sengaja meningkatkan intensitas Serangan ke Jalur Gaza sejak Minggu (2/8/2026) guna menggagalkan implementasi tahap baru kesepakatan gencatan senjata, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Senin (3/8/2026).
Gelombang pengeboman udara oleh Israel tersebut dilaporkan merenggut nyawa lebih dari 18 warga Palestina dan menghancurkan satu keluarga utuh. Hamas menganggap eskalasi ini disengaja oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk merusak kesepahaman yang telah dibangun bersama mediator internasional dan Amerika Serikat.
Merespons peningkatan agresi militer tersebut, Hamas mendesak para mediator serta negara penjamin untuk segera turun tangan menekan pihak Israel.
"Kami menyerukan para mediator dan penjamin untuk menunaikan tanggung jawab mereka, mengecam keras serangan ini, serta segera menekan Israel agar menghentikan agresi dan mematuhi poin-poin kesepakatan," tegas Hamas.
Selain meminta penghentian serangan, Hamas melabeli tindakan militer Israel sebagai kejahatan perang dan menuntut komunitas internasional mengambil langkah hukum serta memberikan perlindungan mendesak bagi warga sipil di Gaza.
Eskalasi militer ini terjadi setelah Dewan Perdamaian bersama Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesiapan pelaksanaan tahapan baru skema gencatan senjata pada Jumat (31/7/2026). Meskipun Hamas telah menyetujui peta jalan perdamaian tersebut, pemerintah dan militer Israel hingga kini belum memberikan tanggapan resmi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow