Haka Auto Targetkan Jaringan 30 Dealer Kendaraan Listrik
Jaringan distribusi otomotif Haka Auto membidik pembangunan jaringan hingga lebih dari 30 dealer untuk menangkap peluang adopsi kendaraan listrik yang terus meningkat di Indonesia, dilansir dari Investor Daily pada Minggu (16/8/2026).
Langkah ekspansi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, kualitas lokasi, serta potensi pasar di setiap daerah guna mendukung penjualan merek BYD dan Denza.
CEO Haka Auto Hariyadi Kaimuddin menjelaskan bahwa keberhasilan industri kendaraan listrik sangat bergantung pada infrastruktur penjualan dan layanan purnajual yang responsif.
"Bertambahnya pemain bukan semata-mata menjadi tantangan, tetapi juga menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat. Yang menjadi kunci ke depan adalah bagaimana dealer mampu memberikan pengalaman dan layanan yang lebih baik, bukan hanya menjual kendaraan," ujar Hariyadi Kaimuddin, CEO Haka Auto.
Saat ini, Haka Auto menyumbang sekitar 20% terhadap total penjualan domestik BYD. Target penambahan outlet dipatok secara agresif sejalan dengan proyeksi pertumbuhan penjualan BYD di pasar nasional pada 2026.
"Untuk 2026, kami menyelaraskan target Haka Auto dengan pertumbuhan BYD di Indonesia. BYD sendiri menargetkan pertumbuhan penjualan yang sangat signifikan tahun ini, sehingga Haka Auto juga menargetkan pertumbuhan yang agresif," ujar Hariyadi Kaimuddin, CEO Haka Auto.
Peningkatan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air didorong oleh pemahaman masyarakat terhadap efisiensi biaya, teknologi baterai, serta ketersediaan sarana pengisian daya. Aksesibilitas jaringan yang luas diyakini semakin memudahkan konsumen dari tahap konsultasi hingga layanan purnajual.
Haka Auto kini menerapkan konsep dealer terintegrasi 3S+ yang menyediakan fasilitas Sales, Service, Spare Parts, serta EV Charging Station.
"Dealer ke depan tidak bisa hanya menjadi tempat konsumen membeli mobil. Dealer harus menjadi bagian dari ekosistem mobilitas konsumen, mulai dari penjualan, pembiayaan, trade-in, servis, spare parts, charging, hingga berbagai kebutuhan konsumen selama memiliki kendaraan," jelas Hariyadi Kaimuddin, CEO Haka Auto.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil elektrifikasi pada semester I-2026 menembus 117.108 unit atau 26,8% dari total pasar nasional sebesar 436.564 unit.
Capaian tersebut melonjak 69,4% secara tahunan dibandingkan semester I-2025 yang mencatatkan 69.134 unit. Segmen Battery Electric Vehicle (BEV) mendominasi pasar dengan realisasi 69.739 unit, naik 80,8% dari periode sama tahun sebelumnya sebanyak 38.576 unit.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow