PT BYD Motor Indonesia Resmikan Pabrik di Subang dan Hentikan Impor Besar-besaran

Smallest Font
Largest Font

PT BYD Motor Indonesia meresmikan pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026), mengakhiri ketergantungan impor kendaraan utuh dari China.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD telah mengimpor total 94.798 unit sejak 2024 hingga Juli 2026, termasuk model Denza D9, Atto 3, Seal, Dolphin, M6, Sealion 07, dan Atto 1, dilansir dari Detik Oto.

Impor BYD mencapai 16.767 unit pada 2024 sebagai tahun pertama penetrasi pasar nasional, dengan MPV dan SUV sebagai model utama.

Tahun 2025 menjadi puncak impor BYD dengan 74.513 unit dari delapan model sekaligus. Namun, pada Januari-Juli 2026, impor turun drastis menjadi 3.518 unit karena pabrik Subang hampir selesai dan insentif impor dihentikan.

Kebijakan pemerintah memberikan pembebasan bea masuk untuk kendaraan listrik utuh sesuai regulasi No. 6 Tahun 2023 dan No. 1 Tahun 2024, sehingga BYD dapat menjual mobil impor tanpa bea selama membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

"Insentif ini mensyaratkan surat komitmen investasi untuk membangun fasilitas produksi dan merakit kendaraan listrik di dalam negeri," ujar sumber dari Detik Oto.

Skema ini membuat BYD wajib memproduksi lokal setelah pabrik beroperasi sebagai konsekuensi penghapusan bea masuk.

Pembebasan bea masuk untuk mobil listrik utuh berakhir pada akhir 2025, bersamaan dengan tenggat kewajiban produksi lokal pada 2026, yang menjelaskan lonjakan impor saat insentif berlaku dan penurunan saat pabrik mulai produksi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed