Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara
Wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 01.39 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa ini tidak berpotensi memicu tsunami.
Hasil pemutakhiran analisis BMKG menunjukkan parameter pembaruan gempa bumi ini memiliki kekuatan magnitudo 5,4 dengan kedalaman 33 kilometer. Pusat getaran berada di laut pada koordinat 5,28 LU dan 125,52 BT, atau sekitar 182 kilometer barat laut Pulau Karatung.
Getaran gempa terdeteksi mencapai skala IV MMI di Kepulauan Marore dan Kepulauan Sangihe. Sementara di Kendahe serta Miangas, dampak guncangan dirasakan pada skala III MMI. BMKG mengonfirmasi peristiwa ini dipicu aktivitas subduksi di Cotabato Trench dengan mekanisme sesar geser naik.
Guncangan lanjutan berkekuatan magnitudo 5,3 juga dilaporkan terjadi di wilayah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, pada pukul 08.14 WIB. Gempa susulan ini berpusat di kedalaman 10 kilometer pada koordinat 5,36 LU dan 125.34 BT, sekitar 195 kilometer dari Tahuna.
Rangkaian peristiwa ini tercatat sebagai aktivitas gempabumi terbesar dalam sepekan terakhir di Indonesia. BMKG mencatat dalam kurun waktu satu minggu terakhir telah terjadi 13 kali gempa signifikan yang dirasakan oleh masyarakat dengan variasi magnitudo dan kedalaman yang beragam.
Hingga saat ini belum ada laporan terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak, serta memantau kanal informasi resmi BMKG untuk pembaruan kondisi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow