Gempa Magnetudo 67 Guncang Wilayah Pegunungan Andes Peru

Smallest Font
Largest Font

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah pegunungan Andes di Peru selatan pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 13.00 waktu setempat. Berdasarkan data Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berkedalaman 66,7 kilometer dan berjarak 38 kilometer barat laut Kota Upahuacho, Provinsi Parinacochas, Wilayah Ayacucho.

Guncangan kuat tersebut dirasakan hingga ke beberapa wilayah lain di Peru selatan, termasuk Ica dan Arequipa. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik NWS mengonfirmasi bahwa tidak ada ancaman tsunami akibat guncangan tektonik ini. USGS juga mengeluarkan peringatan hijau yang menandakan potensi korban jiwa dan kerugian ekonomi sangat rendah.

Laporan seismologi memperkirakan sekitar 35.000 orang merasakan guncangan kuat, sementara jutaan warga lainnya merasakan guncangan ringan hingga sedang. Area di sekitar episentrum tergolong jarang penduduknya dengan dominasi bangunan berdinding lumpur dan tembok bata yang rentan terhadap guncangan gempa.

Warga di kawasan terdampak dilaporkan berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi untuk menyelamatkan diri.

"Mereka lega karena gempa tidak berdampak pada banyak keluarga sebab terjadi di pegunungan, sehingga tidak ada konstruksi atau bangunan yang rusak," kata Connie Ludena, warga Palm Springs yang memantau kondisi kerabatnya di Peru.

Ludena menambahkan bahwa kekhawatiran masyarakat saat ini lebih tertuju pada potensi gempa susulan.

"Teman dan keluarga saya lebih mengkhawatirkan gempa susulan," kata Connie Ludena, warga Palm Springs.

USGS mencatat sejumlah gempa susulan terjadi di area yang sama akibat penyesuaian minor pada bidang patahan. Gempa susulan ini diperkirakan dapat terus terjadi dalam hitungan hari, minggu, atau bulan ke depan.

Rangkaian aktivitas seismik di Amerika Selatan belakangan ini juga menarik perhatian para pakar karena terjadi di sepanjang sabuk aktif Cincin Api Pasifik.

"Dalam beberapa hal, semua gempa bumi memiliki keterkaitan satu sama lain karena didorong oleh kekuatan yang sama," kata Robert de Groot, seismolog dari U.S. Geological Survey.

De Groot menegaskan bahwa fenomena gempa yang terjadi berdekatan di kawasan Amerika Selatan lebih merupakan kebetulan waktu ketimbang hubungan sebab-akibat langsung.

"Sebenarnya tidak ada hubungan langsung dengan gempa bumi yang terjadi di Peru, Kolombia, dan Venezuela," kata Robert de Groot, seismolog dari U.S. Geological Survey.

Peru memang kerap dilanda gempa bumi karena posisinya di Cincin Api Pasifik. Pada tahun 2007 lalu, gempa berkekuatan magnitudo 7,9 di Provinsi Ica sempat menewaskan hampir 600 orang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed