Franco Baresi Tutup Usia, Legenda Milan dan Ikon Sepak Bola Italia

Smallest Font
Largest Font

Franco Baresi, mantan kapten AC Milan dan simbol sepak bola Italia, meninggal dunia pada Jumat, 31 Juli 2026, pada usia 66 tahun setelah berjuang melawan penyakit nodul paru-paru sejak Agustus 2025, dilansir dari berbagai sumber.

Baresi dikenal sebagai ikon Milan yang menghabiskan seluruh karier profesionalnya di klub tersebut selama dua dekade, dari tahun 1977 hingga 1997, dengan 716 pertandingan dan banyak gelar bergengsi seperti enam scudetti serta tiga Piala Champions.

Pada 6 Februari 2026, Baresi tampil terakhir kali di depan publik saat membawa obor pada upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina di stadion Meazza bersama Beppe Bergomi, salah satu rival lamanya dalam derby Milan.

"Hal tersulit dari penyakit adalah menerima bahwa segalanya berubah dalam sekejap. Menjadi atlet membantu saya berjuang, dan tubuh saya memungkinkan saya bertahan. Saya selalu berjuang, baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Baresi saat itu.

Pada 7 Desember 2021, Pemerintah Kota Milan menganugerahkan Ambrogino d'Oro kepada Baresi sebagai penghargaan atas karier olahraga luar biasa, nilai-nilai kemanusiaan, dan ikatan kuatnya dengan kota Milan. Baresi dengan bangga mendedikasikan penghargaan tersebut untuk keluarga, penggemar, dan semua yang mencintainya.

Baresi lahir di Travagliato, Brescia, pada 8 Mei 1960, dan sejak usia muda telah menunjukkan bakat luar biasa. Ia sempat gagal direkrut Inter Milan karena dianggap terlalu kecil, namun kemudian bergabung dengan akademi Milan dan menjadi pemain kunci serta kapten selama 15 tahun.

Selain karier klub yang gemilang, Baresi juga berperan penting di tim nasional Italia. Ia adalah satu-satunya pemain yang meraih posisi juara pertama, kedua, dan ketiga di Piala Dunia, termasuk menjadi kapten pada final Piala Dunia 1994.

Beppe Bergomi, saudara angkat Baresi yang juga legenda Inter Milan, mengenang perjalanan hidup dan karier mereka yang berbeda namun tetap saling menghormati. "Kami sering menjadi rival di lapangan, tapi dalam kehidupan kami tak terpisahkan," kata Bergomi.

Bergomi juga menceritakan masa kecil mereka yang penuh tantangan, kehilangan orang tua, dan perjuangan di dunia sepak bola. "Kami adalah simbol kesetiaan dan dedikasi, meski berjalan di klub yang berbeda," ujarnya.

Asosiasi Pemain Sepak Bola Italia (AIC) menyampaikan turut berduka cita atas kepergian Baresi. Mereka menyebutnya bukan hanya sebagai salah satu bek terhebat sepanjang masa, tetapi juga simbol kejujuran, dedikasi, dan fair play dalam dunia sepak bola.

"Baresi adalah panutan dalam loyalitas dan profesionalisme," kata AIC. Mereka juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga dan dunia Milan yang sedang berduka.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed