Flux Creative Universe Perluas Bisnis Jadi Ekosistem Kreatif

Smallest Font
Largest Font

Flux Creative Universe (FCU) resmi mengubah model bisnisnya dari sekadar agensi kreatif menjadi ekosistem bisnis kreatif untuk merespons dinamika industri dan perubahan pola konsumsi media konsumen, Sabtu (15/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Transformasi ini dilakukan guna menangkap peluang dari pergeseran perilaku konsumen, khususnya kalangan Gen Z, yang kini lebih banyak mengakses konten melalui pembuat konten, konten buatan pengguna (UGC), video pendek, serial digital, hingga hiburan.

Model ekosistem bisnis kreatif tersebut dirancang untuk mengembangkan ide menjadi berbagai bentuk bisnis yang memiliki nilai komersial lebih panjang, termasuk pembuatan konten, media, hingga kekayaan intelektual (IP).

"FCU sejak awal tidak ingin hanya menjadi sebuah agency. Kami membangun sebuah creative business ecosystem yang memiliki berbagai kapabilitas untuk menjawab perubahan industri," kata CEO Flux Creative Universe Yohanes Auri.

Menurut Yohanes, langkah ini memungkinkan perusahaan untuk terus menyesuaikan kapabilitas kreatifnya seiring perubahan cara masyarakat dalam mengonsumsi media dan platform digital.

"Karena hari ini sebuah ide bisa hidup sebagai campaign, UGC, entertainment, media, creator content, bahkan berkembang menjadi intellectual property. Itu yang ingin terus kami bangun di FCU," ujar Yohanes, CEO Flux Creative Universe.

Melalui strategi ini, pendekatan kreatif tidak lagi hanya berfokus pada tampilan visual, melainkan harus mampu memicu perhatian serta percakapan di masyarakat guna memberikan dampak nyata bagi pemilik merek.

"Buat kami, kreativitas hari ini bukan hanya tentang membuat sesuatu yang terlihat bagus. Kreativitas harus bisa membuat orang berhenti, menonton, membicarakan, dan pada akhirnya memberikan impact kepada brand," kata Yohanes, CEO Flux Creative Universe.

Implementasi strategi tersebut dibuktikan lewat raihan penghargaan dalam ajang Marketeers Youth Choice Award 2026 Season 2 melalui tiga program kampanye, yakni BINUS University – Beasiswa Emas, Migelas UGC Campaign, serta Kredivo – Drama TikTok, yang melibatkan survei terhadap 2.233 responden Gen Z di Indonesia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed