Industri Fintech P2P Lending Raup Laba Rp 1,15 Triliun pada Semester I-2026

Smallest Font
Largest Font

Industri fintech peer-to-peer (P2P) lending mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,15 triliun pada semester I tahun 2026, meningkat 10,14% secara tahunan, dilansir dari Investor Daily.

Outstanding pinjaman di industri ini tumbuh 25,88% mencapai Rp 105,14 triliun pada periode tersebut, menunjukkan ekspansi signifikan di pasar pinjaman daring.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyatakan bahwa tren pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

"Laba industri Pindar pada Juni 2026 meningkat 10,14% yoy menjadi sebesar Rp 1,15 triliun," ujar Agusman.

Agusman menjelaskan bahwa pertumbuhan positif ini didukung oleh peningkatan penyaluran pendanaan, penguatan manajemen risiko, serta perbaikan kualitas penilaian kredit.

Meski demikian, tingkat risiko kredit macet (TWP90) pada Juni 2026 tercatat sebesar 4,26%, lebih baik dibanding Mei 2026 yang 4,42%, namun masih lebih tinggi dibanding Juni 2025 sebesar 2,85%.

"Tingkat pembiayaan bermasalah dapat memberikan tekanan terhadap profitabilitas penyelenggara. Namun, hingga Juni 2026 industri pindar tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba seiring dengan pertumbuhan penyaluran pendanaan," tambah Agusman.

OJK terus mendorong penguatan tata kelola dan manajemen risiko dengan fokus utama pada perlindungan nasabah. Salah satu kebijakan adalah membatasi peminjam hanya pada tiga penyelenggara pindar.

"Penyelenggara tetap didorong untuk menerapkan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pendanaan antara lain melalui penilaian kelayakan penerima dana dan pengelolaan risiko yang memadai," kata Agusman.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed