Film The Odyssey Tembus Box Office dan Dongkrak Penjualan Puisi
Film adaptasi karya sutradara Christopher Nolan, The Odyssey, berhasil meraup pendapatan mendekati 1 miliar dolar AS di box office global sekaligus memicu lonjakan signifikan pada penjualan buku puisi di Inggris dan Amerika Serikat.
Data NielsenIQ mencatat penjualan puisi di Inggris melampaui 8 juta poundsterling dalam 30 minggu pertama tahun 2026, naik 13,3 persen dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diperkirakan menembus rekor tahunan 15 juta poundsterling.
Buku puisi epik karya Homer berusia 2.700 tahun menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. Penjualan cetak The Odyssey di Inggris melonjak 1.400 persen dalam empat minggu hingga 25 Juli pasca-perilisan film yang dibintangi Matt Damon dan Tom Holland ini.
Di Amerika Serikat, Circana BookScan mencatat penjualan cetak seluruh edisi The Odyssey naik 76 persen. Kesuksesan finansial film ini juga diikuti kuota tayang format terbatas IMAX 70 mm yang habis terjual di berbagai kota besar.
Profesor pemasaran NYU Stern School of Business, Paul Hardart, menilai fenomena keterbatasan tiket bioskop menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton. Keinginan merasakan pengalaman menonton secara eksklusif menjadi pendorong utama tren tersebut.
Di sisi lain, akademisi Emily Wilson memberikan kritik tajam terhadap adaptasi layar lebar tersebut. Penerjemah perempuan pertama The Odyssey ke bahasa Inggris ini menilai naskah film Nolan sangat dangkal dan menyimpang jauh dari keautentikan karya sastra aslinya.
"Saya akan malu jika menulis bagian mana pun dari naskah ini," kata Emily Wilson, akademisi dan penerjemah klasik.
Kritik tertulis sepanjang 4.000 kata yang diterbitkan di The London Review of Books tersebut sempat membuat situs web media tersebut lumpuh akibat lonjakan pengunjung. Wilson menegaskan film ini kehilangan kedalaman emosional dan etis yang dimiliki puisi aslinya.
"Odyssey karya Nolan kehilangan banyak elemen yang membuat puisi itu luar biasa … Tulisannya sangat buruk. Tidak ada karakter yang memiliki motivasi meyakinkan untuk tindakan atau kata-kata mereka. Tidak ada adegan seks, dan semua makanannya terlihat mengerikan," kata Emily Wilson, akademisi dan penerjemah klasik.
Meskipun mendapat kritik dari kalangan akademisi klasik, terjemahan The Odyssey karya Wilson versi tahun 2017 justru menjadi salah satu edisi yang paling banyak dibeli publik selama periode lonjakan penjualan buku ini.
"Saya menontonnya di bioskop biasa dan saya merasa seperti seorang pecundang," kata Paul Hardart, Profesor NYU Stern School of Business.
Paul Hardart menambahkan bahwa konsep penawaran eksklusif seperti format IMAX 70 mm yang hanya tersedia di 41 layar dunia mendorong gengsi sosial konsumen, serupa dengan tren pada konser musik dan acara olahraga besar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow