FIFA Batalkan Rencana Penjualan Saham Komersial Piala Dunia

Smallest Font
Largest Font

Presiden FIFA Gianni Infantino resmi membatalkan rencana penjualan saham minoritas Piala Dunia melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise pada Sabtu (31/7/2026). Keputusan ini diambil setelah gelombang penolakan keras serta ancaman boikot muncul dari UEFA, AFC, Concacaf, hingga klub Real Madrid.

Proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) yang diperkenalkan pada 28 Juli 2026 awalnya menargetkan penggalangan modal hingga 4,2 miliar dolar AS dengan melepas 20 persen saham kepada investor swasta. Valuasi FFE diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS guna mendanai program pembangunan asosiasi anggota FIFA.

Langkah komersialisasi ini langsung memicu perpecahan internal di tubuh organisasi sepak bola dunia. Penasihat senior Presiden FIFA, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri dari jabatannya karena menolak proposal tersebut.

Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) bersama 55 asosiasi anggotanya menjadi pihak terdepan yang menentang keras skema penjualan hak komersial tersebut. UEFA menilai hak komersial dan tata kelola turnamen tidak boleh dijadikan komoditas perdagangan demi keuntungan finansial semata.

"Ini melanggar batasan yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh badan pengatur sepak bola. UEFA menanggapi isu ini dengan sangat serius," tulis UEFA di laman resmi mereka.

Konfederasi Eropa itu menegaskan bahwa seluruh anggotanya sepakat untuk menolak pengalihan kepemilikan kompetisi FIFA kepada pihak swasta.

"Jiwa dan tata kelola sepak bola bukan aset untuk diperdagangkan – terutama tanpa transparansi sama sekali mengenai siapa yang diuntungkan secara finansial. Tak satu pun dari kita pemilik sepak bola. Sepak bola bukan dagangan FIFA," imbuh UEFA.

Sikap tegas UEFA diiringi dengan ancaman boikot terhadap penyelenggaraan Piala Dunia. Ancaman ini membuat perselisihan antara FIFA dan konfederasi benua semakin meruncing.

"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya bersatu. Kami dengan suara bulat dan tanpa ragu menolak proposal FIFA untuk mengalihkan kepemilikan Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," tegas UEFA.

Penolakan terhadap proposal FFE juga didukung penuh oleh raksasa Liga Spanyol, Real Madrid. Manajemen Madrid menilai keputusan FIFA untuk membatalkan proyek tersebut sebagai langkah tepat demi menjaga integritas olahraga.

"Real Madrid menyambut sangat positif keputusan FIFA untuk membatalkan proposal penjualan sebagian hak komersial kompetisinya," demikian bunyi pernyataan klub yang dilansir ESPN.

Klub berjuluk Los Blancos tersebut memberikan apresiasi tingginya kepada seluruh pihak yang berdiri menentang rencana komersialisasi tersebut.

"Klub kami menilai ini merupakan kabar baik bagi sepakbola, institusi-institusinya, dan terutama bagi jutaan penggemar olahraga yang kami cintai," puji manajemen Real Madrid.

Pihak klub menganggap sikap bersatu dari federasi dan konfederasi berhasil menyelamatkan struktur utama sepak bola internasional.

"Real Madrid ingin menyampaikan terima kasih kepada UEFA, konfederasi, federasi, dan seluruh institusi yang dengan tegas serta penuh tanggung jawab menentang proyek ini. Persatuan dan rasa tanggung jawab mereka telah melindungi sepakbola pada momen yang sangat menentukan," tambah klub Spanyol itu.

Real Madrid mengingatkan bahwa klub merupakan fondasi pembinaan pemain muda yang melahirkan talenta untuk tim nasional di ajang Piala Dunia.

"Klub-klub adalah fondasi tempat sepakbola tim nasional dan Piala Dunia dibangun. Klub-klublah yang menemukan, melatih, mengembangkan, dan menyediakan pemain bagi tim nasional sehingga kompetisi-kompetisi besar itu dapat terselenggara," ungkap manajemen Real Madrid.

Oleh karena itu, Real Madrid menilai Piala Dunia merupakan warisan publik yang tidak boleh ditransaksikan demi keuntungan finansial pihak tertentu.

"Sepakbola tim nasional dan Piala Dunia, di atas segalanya, merupakan ajang yang memiliki kepentingan publik serta menjadi warisan milik negara, para penggemar, dan masyarakat secara keseluruhan," jelas Real Madrid.

Klub menegaskan kembali batas-batas komersialisasi dalam dunia olahraga profesional.

"Karena itu, kami percaya kompetisi tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai sekadar aset finansial yang diperdagangkan demi keuntungan segelintir pihak," tegas Real Madrid.

Menanggapi resistensi luas dari berbagai pemangku kepentingan, Gianni Infantino akhirnya menyampaikan pernyataan resmi untuk menghentikan proyek tersebut.

"Setelah mendengarkan dengan cermat semua pandangan, jelas sudah bahwa proyek ini memunculkan perpecahan yang -terlepas dari tingkat dukungannya- tidak lagi sejalan dengan tujuan yang ditentukan sedari mula. Maka dari itu, usulan ini tidak akan dilanjutkan," kata Infantino melalui rilis FIFA.

Sebelumnya, Infantino optimis bahwa potensi komersial Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dapat melampaui pendapatan 15 miliar dolar AS. Ia merasa FIFA perlu meningkatkan pendapatan demi membantu pembiayaan 80 persen asosiasi anggota yang belum mandiri.

"Saya bisa mengatakan bahwa Piala Dunia FIFA kali ini, khususnya di sini, sudah membuka banyak pintu, banyak peluang, banyak kemungkinan," ucapnya kepada perwakilan asosiasi anggota FIFA.

Infantino menekankan pentingnya suntikan dana segar untuk pembangunan infrastruktur dan pembinaan sepak bola global.

"Kami ingin menghasilkan lebih banyak pendapatan, dan kami harus menghasilkan lebih banyak pendapatan, karena di sebagian besar dunia, di 80 persen dunia, jika kita tidak berinvestasi, jika kita tidak percaya... tidak akan ada orang lain yang percaya," beber Infantino.

Dengan dibatalkannya proposal FFE, FIFA kembali pada skema alokasi pendaan reguler FIFA Forward. Pembagian dana bantuan pembangunan untuk 211 asosiasi anggota dipastikan tetap berjalan menggunakan anggaran standar sebesar 2,7 miliar dolar AS.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed