The Fed Tahan Suku Bunga Acuan AS Pertemuan Juli 2026
Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50% hingga 3,75% dalam pertemuan kebijakan moneter, Kamis (30/7/2026). Keputusan tersebut diambil di tengah lonjakan imbal hasil obligasi AS dan perbedaan pandangan di internal bank sentral, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Keputusan penahanan suku bunga acuan ini diwarnai oleh aksi perbedaaan pendapat (dissenting vote) dari tiga dari 12 anggota Komite Pasar Bebas Federal (FOMC) yang menginginkan kenaikan sebesar 25 basis poin. Gejolak ini mendorong peningkatan imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 30 tahun hingga melampaui level 5,20%, angka tertinggi sejak pertengahan 2007.
Ketua Dewan Gubernur The Fed Kevin Warsh menegaskan komitmen institusinya untuk menekan angka inflasi yang telah bertahan di atas target 2% selama lebih dari lima tahun.
"The Fed tidak akan ragu. Jika inflasi terus tinggi, kenaikan suku bunga bisa menjadi bagian dari solusi, tetapi bukan satu-satunya," ujar Warsh dalam konferensi pers di Washington.
Sikap ragu-ragu bank sentral memicu spekulasi analis terkait peluang penyesuaian suku bunga pada pertemuan FOMC September 2026 mendatang. Kebijakan ini dinilai krusial mengingat lonjakan inflasi global sejak awal 2026 yang terdorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta peningkatan belanja modal korporasi pada sektor kecerdasan buatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow